Malaysia Bersedia Menyerahkan Pelaku Pembunuhan Kepada Otoritas Hukum Di Tanah Air.

ilustrasi TNI

ilustrasi TNI

Advertisements

PADANGTODAY.COM– Kepolisian Malaysia memulangkan tersangka pembunuh personil TNI yang kemarin diburu hingga memicu pelanggaran imigrasi oleh aparat Indonesia. Sempat beredar kabar 14 personil Polri dan TNI ditahan Polis Diraja Malaysia.

Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan Konsulat di Tawau, Negara Bagian Sabah, lokasi paling dekat dari tempat kejadian perkara. Direktur Perlindungan WNI Lalu Muhammad Iqbal memastikan masalah antara aparat kedua negara sudah tuntas.

“Kami sudah cek konsul di Tawau, mereka semua dipulangkan bukan dibebaskan, karena memang tidak ada penahanan. Tidak sengaja memasuki wilayah malaysia, memang di-declare tidak sengaja,” ujarnya di Jakarta, Senin (16/3).

Tujuh orang dari rombongan aparat mengendarai kapal cepat, sisanya memakai sepeda motor menerobos perbatasan tanpa surat tugas. Mereka beralasan spontan mengejar pelaku yang sedang ditahan Balai Polisi Wallace Bay di Pulau Sebatik.

Tapi Iqbal menjamin personil TNI tidak sengaja. “Perbatasan sumir sekali hanya patok biasa. Ketutup rumput enggak jelas batasnya sehingga polisi crossing border,” tandasnya.

Sementara untuk tersangka Syarif yang terlibat pembunuhan Sersan Satu (Sertu) Tata Adi Cahyono dari Kodim 0911/ Pulau Nunukan, Kalimantan Utara. Iqbal mengatakan Malaysia bersedia menyerahkan pelaku pembunuhan itu kepada otoritas hukum di Tanah Air.

“Tersangka pembunuhan juga diserahkan ke pemerintah Indonesia untuk diproses secara hukum di Indonesia. Masalah sudah selesai, enggak perlu dibesar-besarkan.”

Wakil Inspektur Jenderal Sabah Datuk Seri Noor Rashid Ibrahim mengatakan polisi dan TNI itu dinilai tidak punya maksud buruk dengan masuk secara ilegal ke Malaysia. “Namun dalam melakukan penjemputan tahanan itu mereka tidak melalui jalur formal,” kata Rashid.

(ard/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*