Usai Digarap Menjadi KEK, Mandeh Ditetapkan Sebagai Brand Pariwisata Sumbar

Gubernur Lanching Tri Arga Model di  Kota Payakumbuh

Gubernur Lanching Tri Arga Model di  Kota Payakumbuh

Advertisements

Padang, PADANG-TODAY.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat telah menetapkan Mandeh sebagai ikon wisata untuk brand atau merek pariwisata Sumatera Barat. Bahkan sebelumnya, Pemprov juga telah memutuskan mengusulkan kawasan wisata bahari terpadu Mandeh untuk digarap menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dari Sumatera Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno usai membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Sumatera Barat tahun 2016-2021 di Padang, Selasa (31/05). Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, dipilihnya Mandeh sebagai brand karena kawasan tersebut mewakili citra hampir seluruh destinasi wisata di ranah Minang, yakni destinasi pantai, kepulauan, serta perbukitan dengan pemandangan alam yang menawan. Selain Mandeh, Sumatera Barat juga memilih rendang sebagai ikon makanan yang selain khas, juga memiliki rasa lezat dan nilai sehat.

“Dulu Bukittinggi jadi ikon, sekarang Mandeh kita putuskan untuk dijadikan brand. Mandeh memiliki nilai jual yang tinggi, serta memang sudah siap untuk dipasarkan pada wisatawan, tinggal kita tentukan taglinenya. Sudah ada wahana yang lengkap di sana, akses menuju lokasi juga dipersiapkan,” terangnya.

Gubernur Irwan Prayitno berharap, dengan dipilihnya Mandeh sebagai brand pariwisata Sumatera Barat, persepsi wisatawan terhadap destinasi wisata di Ranah Minang semakin positif, sehingga kunjungan wisata meningkat.

Di sisi lain, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Wisata Prioritas Kementerian Pariwisata, Hiramsyah S Thaib mengatakan, kunci sukses untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai pendongkrak pendapatan daerah, yakni branding, advertising dan selling. Untuk itu sudah sangat tepat Sumatera Barat menetapkan Mandeh sebagai brand, serta selanjutnya harus ditindaklanjuti dengan promosi dan mengatur strategi penjualan.

“Saya yakin kalau 3 langkah itu dilakukan, akan terjadi peningkatan kunjungan wisata ke Sumatera Barat, tidak saja ke Mandeh tapi juga ke lokasi lain. Tidak mungkin juga wisatawan datang hanya untuk menikmati satu destinasi,” terangnya.

Hiramsyah menambahkan, agar kunjungan wisata meningkat, juga perlu dilakukan pembenahan di Sumatera Barat, khususnya untuk infrastruktur menuju titik wisata. Selain itu harus dibangun kekompakan dari pemerintah dengan seluruh elemen dalam melakukan promosi.

“Akhir pekan ke Bukittinggi dan sekitarnya pasti macet. Begitu pula ke Mandeh. Infrastruktur yang harus dibenahi. Kesepakatan ke mana arah pengembangan wisata juga harus dibicarakan dengan seluruh elemen,” pungkasnya.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*