Mantan Guru SMP 1 Tertipu Rp64 Juta

Ilustrasi Penipuan

Ilustrasi Penipuan

Payakumbuh, PADANGTODAY.com – Dijanjikan mendapatkan uang hadiah dari Telkom Rp20 juta dan satu unit TV 3 Dimensi, mantan guru SMPN 1 Payakumbuh, Kasmani (78), tertipu senilai Rp64 Juta. Uang sebesar itu, dikirimkannya melalui rekening Bank BNI dan BRI Kota Payakumbuh, kepada Iskandar Rusmono dan Anwar Nurul, di Surabaya.

Peristiwa naas itu bermula Kamis (14/8) lalu, sekitar 11.18 WIB, dimana Kasmani (78) menerima telpon melalui hp, dari nomor baru, namun ia tetap mengangkatnya. Ketika diangkat ia mendengar suara laki-laki dan lansung menyebut namanya, ini ibu Kasmani, yang tinggal di Jalan Sukarno Hatta, RT 002 RW 002 Kelurahan Payakumbuh Barat.

Kontan saja Kasmani, menjawab benar. Setelah itu Iskandar Rusmono, menyampaikan bahwa “ibu termasuk orang yang setia memakai Telkom. Oleh karena itu ibu mendapat hadia Rp. 20 juta dan TV 3 Dimensi,” begitu disampaikannya dicatat oleh Kasmani di sebuah buku.

Setelah itu, sang penipu menanyakan apakah ibu punya tabungan di BNI? Dijawab Kasmani punya senilai Rp7 juta. Kemudian ditanya lagi, di BRI apakah ibu punya tabungan? Dijawab Kasmani, ada juga senilai Rp7 juta. Kemudian ia meminta untuk mentransfer ke rekening yang disebutkannya, ke Bank BNI atas nama Anwar Nurul dan ke nomor rekening BNI atas nama Iskandar Rusmo.

Tetapi, dia memberikan ultimatum kepada Kasmani, agar jangan menyampaikan kepada siapapun termasuk anak dan kelurga lainnya. Kontan saja Kasmani, heran kok tidak boleh disampaikan kabar gembira akan mendapatkan hadiah.

“Ibu tanya, kok tidak boleh disampaikan kepada anak dan keluarga? Dijawab, agar orang lain tidak iri karena ibu mendapat hadiah dari Telkom dan saya mendapatkan data ibu dari Pimpinan Telkom Payakumbuh yang bernama bapak Zainal Abidin,” begitu disampaikan penipu itu sehingga ibu semakin percaya, dan langsung disuruhnya mentransfer uang pada Kamis (14/8) siang itu. Sendirian Kasmani naik angkot.

Setelah melakukan tranfer kedua rekening berbeda dari dua Bank itu senilai Rp14 juta. Kasmani, masih ditelpon Iskandar Rusmono, dan menanyakan apakah ibu masih punya tabungan? Kontan saja dijawab Kasmani, masih di Bank BPD, sebesar Rp. 115 juta.

Pada Jumat (15/8) paginya Kasmani, disuruh melakukan tranfer kembali kedua rekening Bank BNI dan BRI seperti sebelumnya, senilai masing-masing Rp. 25 juta. Tidak merasa tertipu, Pagi Jumat (15/8) itu juga Kasmani berangkat mengambil uang tabungannya di Bank BPD (Nagari) di Pusat Kota Payakumbuh, Jalan Sudirman sebesar Rp. 50 juta.

Kemudian distranfer kepada dua rekening tadi masing-masing Rp. 25 juta melalui Bank BNI dan BRI.

“Setelah ibu tranfer melalui tabungan, karena ibu tidak punya ATM. Lalau ibu ditelpon lagi, katanya ibu akan dibawa umrah dan ia sendiri yang akan mendampingi ibu, karena dia menyebut anggotanya akan berangkat umrah sebanyak 12 orang. Saat itu ibu bersyukur bisa kembali umrah, karena ada yang menemani. Setelah itu dia juga menyampaikan bahwa hadia yang dijanjikan itu segera datang Pada Jumat (15/8) sorenya. Tapi sampai kini hadia Rp. 20 juta dan TV 3 Dimensi itu serta janji umrah tidak pernah sampai,” tutur mantan guru Matematika itu.

Pada jumat siang usai sholat Jumat, ibu kembali bersiap-siap untuk mentranfer uang lagi, namun pembicaraan sembunyi-sembunyi Kasmani dengan penipu diketahui anaknya, Elvia, dan lansung mengambil alih Handphone ibunya. Ketika itulah, anaknya baru tahu kalau ibunya sudah tertipu dan telah mentranfer uang senilai Rp. 64 juta. Kontan saja, pada Sabtu (16/8), Elvia, melaporkan kejadian penipuan itu kepada Polsekta Payakumbuh, dengan Surat Tanda Laporan No.Pol :STPL/K/91.a/VIII/2014/Sekta.

“Sudah kita laporkan kepada Polisi. Kita berharap agar masyarakat lain jangan mudah percaya kepada nomor yang kita tidak kenal. Kemudian kepada ibu-ibu dimana saja berada agar menyampaikan apapun yang terjadi kepada anak dan keluarga, agar bisa dicegah,” pintanya sembari mengambil pelajaran dari apa yang terjadi dan berharap pihak Polisi bisa menangkap penipu itu.

Kapolsekta Payakumbuh, Kompol Bastinopel, saat dikonfirmasi membenarkan ada laporan masyarakat terkait tindak pidana penipuan.

“Benar kita menerima laporan penipuan dari masyarakat. Dan kita sudah memanggil saksi-saksi terkait termasuk meminta konfirmasi ke Bank, dan diketahui bahwa nomor rekening itu tidak berasal dari Sumbar,” jelasnya, meminta agar masyarakat jangan mudah percaya dengan janji-janji hadiah dari manapun.(dsp)