Maria Hendri Arnis: UKM Penyelamat Perekonomian Bangsa

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Padangpanjang, Maria Hendri Arnis.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Padangpanjang, Maria Hendri Arnis.

Padangpanjang, PADANGTODAY.COM —Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dinilai sebagai penyelamat bangsa dalam keterpurukan ekonomi di era moneter.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Padangpanjang, Maria Hendri Arnis menuturkan, dalam krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia sejak beberapa waktu yang lalu banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi, namun sektor UKM terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut.

Menyikapi hal itu, Dekranasda menilai pengembangan UKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya.

Kebijakan pemerintah ke depan perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuhkembangnya UKM dengan meningkatkan perannya dalam memberdayakan UKM disamping mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil, serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya.

“Pengembangan UKM ke depan, perlu menggabungkan keunggulan lokal (lingkungan internal) dan peluang pasar global, yang disinergikan dengan era otonomi daerah dan pasar bebas. Perlu berpikir dalam skala global dan bertindak lokal (think globaly and act locally) dalam mengambil kebijakan yang terkait dengan pengembangan UKM,” ungkap Maria.

Dekranasda Padangpanjang sebagai lembaga independen dan nirlaba yang bermitra dengan pemerintah dalam membina pengembangan seni kerajinan berbasis pada warisan budaya bangsa, juga menyikapi pentingnya peranan UKM terhadap PE dengan komitmen yang tinggi. Dekranasda tidak hanya melahirkan konsep-konsep segar yang serasi dengan program pemerintah daerah, akan tetapi juga harus mampu melakukan pembinaan terhadap mayarakat khususnya para pengrajin.

Dekranasda harus mampu meningkatkan kreativitas masyarakat di daerah masing-masing dan mensinergikan program dengan instansi lain seperti BUMN di daerah. Kreatifitas dan sinergi bisa memacu kesejahteraan masyarakat perajin agar dapat menjadi sumber penambahan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, Maria Hendri Arnis juga menyebut peningkatan daya saing produk kerajinan sebagai basis dalam menyongsong pasar bebas ASEAN 2015, harus terus dilakukan agar produk lokal yang ada bisa diminati oleh negara asing yang masuk sebagai wisatawan mancanegara atau melalui pagelaran produk kerajinan dalam skalam internasional.

“Salah satu upaya dilakukan Dekranasda Padangpanjang, selain pembinaan mental kewirausahaan juga memberikan bantuan yang berkaitan dengan pengembangan usaha. Karena itu, kami juga telah menyiapkan bantuan permodalan senilai Rp9 juta untuk 6 UKM bordiran dan songket yang diberikan dalam bentuk bahan baku. Ini menyesuaikan dengan aturan, bantuan tidak lagi diperbolehkan dalam bentuk uang,” pungkas Maria Hendri Arnis. (nto)