Masih Yakin Dengan Gubernur Pilihan Prabowo?

Oleh Reido Deskumar

Bicara tentang Prabowo sungguh tak relevan lagi di Sumbar. Sudah terlalu banyak kekecewaan yang dihadirkannya untuk masyarakat Sumbar. Bukan karena Prabowo kalah di Pilpres 2019, melainkan janji yang pernah terucap timbul dan tenggelam bersama rakyat sudah jauh dari kenyataan. Prabowo bersama Partainya Gerindra lebih memilih menikmati kekuasaan. Saat rakyat berjuang menolak RUU Omnibus Law, Gerindra tidak membersamai rakyat malah mendukung RUU tersebut.

Dalam minggu ini, Menteri Keluatan dan Perikanan (KKP) yang juga sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ditangkap KPK. Semakin menambah rentetan panjang kekecewaan. Harusnya Prabowo dengan partainya memberikan ketauladanan, akan tetapi malah menjatuhkan diri sendiri di depan masyarakat.

Kejadian ini memunculkan efek domino yang menyudutkan Prabowo, Gerindra, dan tentu Paslon NA-IC yang didukung pada Pilgub Sumbar. Ya, Beragam komentar hadir dari netizen di media sosial. Begitu mengalir, lepas saja dan tak terbendung. “Tenggelamkan Gerindra bersama lobsternya di Sumbar, Jangan Pilih Gubenur Pilihan Prabowo”. Begitulah kira-kira. Hampir tidak ada yang berkomentar positif. Kalaupun ada itu ada hanya dari kader partai dan relawan. Sebagai bentuk pembelaan dan menjaga suara supaya tidak semakin tergerus. Masyarakat Sumbar? Sudah jelas kemana arah komentarnya.

Gerindra dan NA IC masih meyakini bahwa Prabowo masih memiliki tuah di Sumbar. Baliho Prabowo dipasang hampir disetiap ruas jalan bahkan dengan pede-nya menyantumkan tulisan Gubenur Piihan Prabowo. Namanya juga usaha, ya bebas saja berekspresi . Akan tetapi “di ukua bayang-bayang”. Apakah masyarakat Sumbar masih percaya dan memiliki kharakter manut dengan apa yang diminta. Tentu tidak. Mungkin itu hanya sebatas ilusinasi masa lalu yang kembali dimunculkan membangun opini masyarakat bahwa Prabowo masih seperti tahun 2019.

Masyarakat sumbar memiliki kharakter sebagai pimilih rasional. Sangat selektif dan tidak asal pilih. Apalagi dengan partai yang baru saja korupsi. Masyarakat berfikir kembali dengan mengubah haluan memilih pemimpin yang sudah jelas kualitas dan kerja nyatanya.

Biarkan saja Prabowo berekspresi di Sumbar dengan apa yang disukainya. Toh masyarakat Sumbar juga sudah memiliki pilihan gubernur terbaik dibandingkan dengan gubernur pilihan Prabowo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*