Masjid Jabal Rahmah Baru Adakan Shalat Jumat Setelah Tiga Tahun Berdiri

Kunjungan TSR Kelompok 4 Pemko Padang ke Masjid Jabal Rahmah di Kompleks Perumahan Jabal Rahmah di Sungai Sapih, Kuranji, Rabu (22/6).

Kunjungan TSR Kelompok 4 Pemko Padang ke Masjid Jabal Rahmah di Kompleks Perumahan Jabal Rahmah di Sungai Sapih, Kuranji, Rabu (22/6).

Padang, PADANG-TODAY.com-Masjid Jabal Rahmah di Kompleks Perumahan Jabal Rahmah di Sungai Sapih, Kuranji punya cerita dan catatan tersendiri. Berada di tengah kompleks perumahan, tidak berarti masjid tersebut megah dan eksotik.

Masjid yang mulai didirikan sejak tahun 2010 silam itu, hingga kini kondisi fisik masjid masih belum sepenuhnya selesai. Beberapa kekurangan masih dimiliki oleh rumah ibadah tersebut. Masjid itu belum memiliki jendela, hanya dipasangi triplek sebagai penutup. Begitu juga plafon, belum terpasang keseluruhan.

Namun demikian, Masjid Jabal Rahmah punya kisah tersendiri. Masjid ini baru bisa difungsikan untuk shalat Jumat setelah tiga tahun berdiri.

Hal ini terungkap saat Tim Safari Ramadhan (TSR) Pemerintah Kota Padang berkunjung ke masjid tersebut, Rabu (22/6). TSR empat yang dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padang ini mendengar langsung penuturan Sekretaris Pengurus Masjid Wendra Putra. Menurutnya, masjid tersebut sudah berdiri sejak 2010, namun ketika itu hanya digunakan untuk shalat wajib selain shalat Jumat.

“Tahun 2013 baru digunakan untuk shalat Jumat,” terangnya.

Wendra menyebut, pada shalat Jumat perdana itu, setiap warga diimbau untuk datang ke masjid. Ini dilakukan untuk mencukupi jumlah jamaah shalat Jumat.

“Ketika itu setiap yang datang diabsen. Mereka yang diabsen diharuskan menjadi jamaah tetap shalat Jumat di masjid itu,” katanya mengisahkan.

Namun seiring pertumbuhan penduduk dan semakin banyaknya warga, masjid tersebut tidak lagi kekurangan jamaah shalat Jumat. Sehingga setelah itu warga dan pengurus masjid fokus dalam pembangunan masjid.

Safari Membangun Komunikasi

Kajari Padang Syamsul Bahri yang ikut dalam kunjungan TSR Pemko Padang itu, menyebutkan setiap tahunnya program safari yang dilakukan, merupakan perwujudan dalam membangun komunikasi yang harmonis antara pemerintah dengan warga. Sebab, tambahnya, komunikasi yang harmonis merupakan sebuah keniscayaan bagi kelancaran dan kesuksesan tugas dan kinerja pemerintah sebagai regulator dan eksekutor dalam melaksanakan pembangunan.

“Tanpa terbangun komunikasi harmonis antara pemerintah dan warga dikhawatirkan akan terjadi ketimpangan informasi,” paparnya.

Dalam kesempatan itu Syamsul Bahri mengajak warga untuk bersama-sama menjaga situasi dan kondisi agar tetap kondusif, serta tidak mudah terpancing dengan isu menyesatkan. Selain itu warga juga diharapkan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan dan keilmuan sehingga dapat terbentuk masyarakat yang berkemampuan IPTEK dan bersemangat IMTAK.

“Mari kita tingkatkan semangat membaca Alquran dan shalat subuh berjamaah di masjid-mushalla, baik di bulan suci maupun di luar bulan puasa,” ujarnya.

TSR Kelompok 4 Pemko Padang pada malam itu membawa sejumlah Kepala SKPD di lingkup Pemko Padang. Nampak hadir diantaranya Asisten III Administrasi Setdako, Corri Saidan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Medi Iswandi, Kepala PTUN Padang, Staf Ahli Bidang Pembangunan Walikota Padang, Kabag Pemerintahan, Tarmizi, dan lainnya. Di akhir tarawih itu Kajari Padang menyerahkan bantuan kepada masjid tersebut yang diterima langsung oleh pengurus masjid.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*