Masjid Raya Sumbar Panas, Pengurus Butuh Tambah Daya Pasang Pendingin

Masjid Raya Sumbar.

Masjid Raya Sumbar.

Padang, PADANG-TODAY.com-Meski pun masih tahap penggerjaan, namun Masjid Raya Sumatera Barat tetap dibuka bagi masyarakat selama Ramadan. Kegiatan ibadah Ramadan tersebut tahun ini dipusatkan di lantai dasar, sebab lantai 2 sedang dalam penuntasan. Pada Senin malam (6/6), hampir 2 ribu warga Kota Padang turut menjadi jamaah tarawih, memenuhi lantai dasar masjid kebanggan rang minang tersebut.

Namun padatnya jamaah dan kurangnya pendingin membuat ruangan masjid terasa panas.

Keluhan tersebut salahsatunya disampaikan Joni warga Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara. Ungkapnya, karena suhu yang panas, peluh bercucuran sehingga menganggu khusyuknya salat.

“Keringat ini tidak berhenti menetes. Jadi tidak nyaman salatnya. Mungkin kipas angin perlu ditambah,” tuturnya.

Komentar serupa juga diungkapkan Afrizal, jamaah yang datang dari Kampung Kalawi, Kota Padang. Karena suhu ruangan yang panas, pihaknya terpaksa memilih melanjutkan salat witir di rumah usai menuntaskan 8 rakaat tarawih berjamaah.

Menyikapi keluhan-keluhan tersebut, Ketua Pengurus Masjid Raya Sumatera Barat, Yulius Said mengakui, sebelumnya telah diprediksi suhu ruangan akan terasa panas karena masih ditutup dinding sementara, sampai penggerjaan tuntas. Menyikapi hal itu panitia telah memasang 6 kipas tambahan, yang ternyata belum mampu menyejukkan suhu ruangan.

“Kita sudah sampaikan kondisi ini ke jamaah. Ternyata ada jamaah yang menyambut positif untuk membelikan 10 pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC). Itupun tidak bisa langsung dipasang karena distributornya ternyata baru bisa mengirim 3 stok saja,” ungkapnya.

Selain itu, tambah Yulius, pemasangan AC di Masjid Raya juga terkendala daya listrik yang tidak memadai. Daya listrik yang tersedia di Masjid Raya hanya mencapai 41 Ribu Watt, sebagiannya telah dipakai untuk penerangan. Sementara kebutuhan daya listrik untuk pemasangan 10 unit AC mencapai 60 ribu watt.

“Kita mutlak harus tambah daya untuk bisa pasang 10 AC. Ini yang akan kita bicarakan dengan seluruh pengurus tentang penggunaan infaq untuk menambah daya,” paparnya.

Sementara itu, saat ini proses pembangunan Masjid Raya Sumatera Barat telah mencapai 65 persen. Untuk melanjutkan pembangunan, masih membutuhkan biaya mencapai 127 milyar rupiah. Sementara dana yang telah teralokasi 2016 senilai 71,5 milyar rupiah. Terdiri dari APBD Sumatera Barat sebesar 38 milyar rupiah, bantuan keuangan provinsi lain 22,5 milyar rupiah dan APBN 11 milyar rupiah.(rel/Dodi Syah Putra).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas