Masyarakat Limapuluh Kota Antusias Sambut Napak Tilas dan Upacara HBN

Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan menghadiri rangkaian acara Hari Bela Negara, yakni napak tilas di Koto Kociak dan upacara bela negara di Koto Tinggi

Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan menghadiri rangkaian acara Hari Bela Negara, yakni napak tilas di Koto Kociak dan upacara bela negara di Koto Tinggi

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Kendati batal dipusatkan di Limapuluh Kota, kegiatan Hari Bela Negara tetap meriah di daerah yang pernah menjadi basis Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari napak tilas PDRI hingga upacara Bela Negara disambut antusias ribuan masyarakat Luak Nan Bungsu. Masyarakat juga memasangi bendera merah putih di seriap rumah, pertanda kecintaan terhadap negara.

Napak Tilas PDRI yang digelar oleh Pemuda Panca Marga (PPM) Limapuluh Kota, Senin (18/12) malam berhasil menyedot perhatian ribuan masyarakat. Ratusan peserta napak tilas ini bahkan datang dari berbagai penjuru Sumatera Barat dan Riau. Mereka diundang oleh PPM Limapuluh Kota bersama YPP PDRI agar berkontribusi sekaligus mengenang peristiwa sejarah Republik Indonesia yang terjadi di masa lalu.

Pelepasan napak tilas dilaksanakan di lapangan bola, Koto Kociak, Guguak hingga finish di Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh. Hadir utusan Menteri Pertahanan RI, Kolonel TNI Herman, Wakil Bupati Ferizal Ridwan, Ketua DPRD Syafruddin Dt Bandaro Rajo yang juga selaku ketua PPM Limapuluh Kota, hingga jajaran Forkopimda.

Wakil Bupati Ferizal Ridwan mengatakan, penyambutan HBN di Limapuluh Kota sudah terlaksana rutin jauh sebelum keluarnya Keppres No 58 Tahun 2006. Hal ini karena tingginya semangat masyarakat untuk menghargai jasa-jasa pahlawan. “Saya takjub sekaligus bangga, meski tidak jadi dipusatkan di Limapuluh Kota, tapi animo para tokoh dan masyarakat kita tetap tinggi dalam menyambut hari bela negara. Saya ucapkan terima kasih, dan salam PDRI,” sebut Ferizal dalam sambutannya.

Napak tilas, lanjutnya, merupakan wujud perjuangan para suhada yang dapat mengingatkan dan membawa kembali ingatan akan history sejarah yang pernah terjadi di daerah ini. Dimana, sejak tanggal 19 Desember 1948-13 Juli 1949 yang pada masa itu, bernama provinsi Sumatera Tengah pernah menjadi ibu kota negara, dibawah kepemimpinan Syafruddin Prawiranegara.

Sebagai salah satu daerah yang pernah menjadi daerah PDRI, pemerintah daerah bersama seluruh unsur masyarakat wajib mengenang kembali kiprah sejarah para pendahulu bangsa. “Karena, bangsa yang besar, ialah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Kami juga meyakini, keberkahan akan selalu dilimpahkan oleh Allah SWT, kepada kita, apabila kita menghargai jasa orang-orang yang sudah berjasa, salah satunya para pahlawan PDRI,” sebut Ferizal.

Tidak lupa, dalam sambutannya, Ferizal juga terus menyuarakan berbagai tuntutan kompensasi pembangunan kepada pemerintah pusat untuk daerah basis PDRI. Sebab, jika tidak ada perjuangan para tokoh dari daerah PDRI, belum tentu Republik Indonesia bisa berdiri seperti sekarang. “Termasuk perjuangan salah satu tokoh revolusi kita, Tan Malaka dan Moh Hatta,” tuturnya.

Ketua DPRD Limapuluh Kota, Syafrudin Dt Bandaro Rajo, ikut menyambut antusias acara peringatan Hari Bela Negara ke-68 tahun 2016. Dua kegiatan HBN napak tilas dan upacara Bela Negara merupakan bentuk kecintaan para tokoh dan masyarakat terhadap pahlawan, yang telah berhasil menyelamatkan negara.

Sebagai seorang abdi negara, dirinya tak lupa mengajak semua pihak untuk terus berbuat melanjutkan apa yang sudah diperjuangkan melalui darah dan air mata para pahlawan. “Terutama dalam hal pembangunan. Pemerintah daerah harus punya andil besar dan tidak abai, mewujudkan aspirasi masyarakat. Mari kita junjung tinggi rasa perjuangan bagi negeri ini,” tutur Syafruddin, yang juga ketua panitia napak tilas.

Setelah napak tilas sejauh puluhan kilometer, para peserta bersama unsur masyarakat, Selasa (19/12) pagi, langsung menggelar upacara Bela Negara di lapangan bola Nagari Koto Tinggi. Disana, wakil bupati Ferizal Ridwan, sempat dipercaya menjadi inspektur upacara sekaligus membagikan hadiah kepada peserta napak tilas.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*