Masyarakat Padangpanjang Rayakan 1 Muharam, Esensi Muharam adalah Pengendalian Diri

Ustadz Fikri Haikal saat memberikan tausiah 1 Muharam di Padangpanjang.

Ustadz Fikri Haikal saat memberikan tausiah 1 Muharam di Padangpanjang.

Advertisements

Padangpanjang, Padangtoday—Ribuan masyarakat Padangpanjang tampak khusuk mendengarkan tausiah Ustadz M Fikri Haikal dalam prosesi puncak perayaan tahun baru Islam (1 Muharam 1437 Hijriyah) yang dipusatkan di lapangan Kompi Markas Secata B Padangpanjang, Selasa (13/10).
Ustadz Fikri yang merupakan putra ustadz sejuta umat Zainuddin MZ itu menggambarkan bahwa pertambahan tahun siring dengan berkurangnya usia seorang hamba Allah. Ustadz Fikri yang membawakan gaya sangat mirip dengan style sang bapak dalam berdakwah, membuat suasana peringatan tersebut tampak dinikmati pengunjung.
“Semua kita yang hadir memperingati tahun baru Islam ini akan mati. Tidak mengenal siapa saja, masa itu pasti akan datang tanpa dapat kita hindarkan meski hanya sesaat. Karena itu perayaan ini jadikanlah sebagai momentum pengkoreksian diri terhadap apa saja yang telah diperbuat sepanjang usia. Seberapa rasa syukur kita sampaikan kepada sang pencipta atas rejeki dan rahmat yang diterima setiak detik helaan nafas,” ujar ustadz Fikri dengan intonasi khas Zainuddin MZ.
Sementara Wali Kota Padangpanjang, Hendri Arnis usai peringatan puncak tahun baru Islam tersebut mengatakan  bahwa bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (Rajab, Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram), dan didalamnya dilarang melakukan peperangan dan tindak kekerasan lainnya.
Seyogyanya, umat Islam menghormati dan memaknai Muharram dengan spirit penuh perdamaian dan kerukunan. sebab, Nabi Muhammad SAW pada khutbah haji wada’ -yang juga di bulan itu mewanti-wanti ummatnya agar tidak saling bermusuhan, bertindak kekerasan, atau berperang satu sama lain.
“Esensi dari spirit Muharram adalah pengendalian diri demi terciptanya kedamaian dan ketentraman hidup, baik fisik, sosial, maupun spiritual. Karena itu, di bulan Muharram Rasulullah Nabi Muhammad SAW menganjurkan ummatnya untuk berpuasa sunnah Asysyuro ( puasa pada hari kesepuluh di bulan Muharram),” ungkap Wako Hendri Arnis kepada Padang Today.
Disampaikannya juga melalui puasa sunnah itulah, ummat Islam dilatih dan dibiasakan untuk dapat menahan diri agar tidak mudah dijajah oleh hawa nafsu, termasuk nafsu dendam dan amarah sehingga perdamaian dan ketentraman hidup dapat diwujudkan. Puasa sunnah Muharram agaknya juga harus menjadi momentum islah bagi semua pihak.
“Muharram juga harus dimaknai sebagai bulan anti maksiat, yakni dengan menjauhi larangan-larangan Allah swt, sepertai fitnah, pornoaksi, pornografi, judi, korupsi, teror, narkoba dan lain-lain. Dengan peringatan tahun baru Hijriyah kali ini, mari kita mulai babak baru kehidupan dengan niat harus lebih baik dari tahun kemarin. Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1433 H. Ahlan wa sahlan bi’amin jadiid 1 Muharram 1437 Hijriyah,” pungkasnya. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*