Melirik Industri Kerajinan Sepatu Kulit di Padangpanjang, Prestasi Nasional, Tembus Pasar Luar Negeri

 

Advertisements
Pemilik Gindo Shoes, Bustamar memperlihatkan sepatu fashio hasil disainnya yang meraih juara pertama lomba fashion show di Jakarta pada akhir Oktober.

Pemilik Gindo Shoes, Bustamar memperlihatkan sepatu fashio hasil disainnya yang meraih juara pertama lomba fashion show di Jakarta pada akhir Oktober.

PADANGPANJANG,PADANGTODAY.COM-Salah satu produk Industri Kecil Menengah (IKM), Gindo Shoes yang terletak di komplek Pondok Disain dan Promoso (PDP) Bukitsurungan berhasil mengukir prestasi pada lomba fashion tingkat nasional di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dinding ruang permanen yang berkuran lebih kurang 4×6 meter, tampak dipenuhi jejeran kerajinan kulit jadi berupa sepatu dan sandal dalam berbagai jenis serta ukuran. Meski terlihat sedikit tidak rapi, namun produk dari workshop Gindo Shoes ini telah mendapat pengakuan di tingkat nasional dan bahkan mampu menempuh pasar luar negeri.

Terbaru, prestasi yang ditorehkan IKM milik Bustamar, 51, yakni salah satu disain sepatu kulit jenis fashion berhasil dianugerahi juara pertama pada fashion show, Kamis (29/10) lalu di Senayan City, Jakarta. Sepatu kulit fashion bertumit setinggi 15 centimeter yang ditampilkan Fomal Fashion Padang itu mendapat pengakuan para juri dengan disain terbaik.

Bustamar mengaku, raihan juara pertama sebagai disain sepatu fashion pada momen tersebut tentu sangat membanggakan. Rasa lelah selama pembuatan sepatu kulit yang memakan waktu hingga satu pekan itu seakan sirna. Meski hanya sebagai pelaku usaha berskala kecil di bidang kerajinan kulit jadi, pria kelahiran September 1964 mengaku senang mampu membuktikan bahwa produk sepatu dan sandalnya berkualitas bagus dan memiliki daya saing tingkat nasional serta manca negara.

“Berbeda dengan pembuatan sepatu kulit pada umumnya yang dapat diselesaikan satu hingga dua pasang sehari oleh setiap pekerja, sepatu fashion ini hingga finishing menghabiskan waktu selama satu pekan. Namun semua itu menjadi tidak sia-sia, karena produk sepatu dari kota kecil ini telah bergaung di taraf nasional bahkan mampu menembus pasar luar negeri,” ungkap Bustamar
saat dijumpaik di workshopnya.
Sejak berdiri 15 tahun silam, produksi sepatu dan sandal Gindo Shoes telah merambah pasar di berbagai kota di Indonesia, bahkan negara tetangga Malaysia. Hanya dengan mengandalkan tenaga kerja tiga orang termasuk anaknya, Bustamar mengaku mampu memproduksi 200 pasang sepatu dan sandal dalam beragam bentuk serta jenis dengan kualitas terjamin.
“Namun untuk momen lebaran, saya harus menambah tenaga kerja untuk memenuhi permintaan pasar yang didominasi pangsa lokal di Sumatera,” ujarnya.

Bicara kualitas untuk bahan utama pembuatan sepatu dan sandal, ayah dua anak ini mengaku produksi kulit Padangpanjang cukup bagus. Namun hanya saja kenapa masih banyak menggunakan kulit impor seperti dari Korea dan Thailand berkaitan dengan kebutuhan ragam warna kulit, khususnya sepatu wanita.
Sementara kulit hasil produksi lokal atau Padangpanjang, hanya berwarna hitam.
Perbedaan kualitas kulit lokal dan impor dikatakannya tidak terlalu mencolok, sehingga tidak terlalu mempengaruhi terhadap harga jual. Baik sepatu pria maupun wanita, Bustamar menyebutkan harga jual hanya berkisar Rp250 ribu hingga Rp300 ribu setiap pasangnya.

“Namun terkadang harga jual sepatu bisa saja berubah dari harga umum itu, jika pesanan khusus si pembeli mengarah pada tingkat kerumitan. Sama halnya dengan sepatu jenis fashion, harga jualnya bisa mencapai Rp1 juta perpasangnya,” pungkas Bustamar sembari memperlihatkan sejumlah jenis sepatu yang siap dipasarkan. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*