MENATA KEMBALI KAWASAN KOTA TUA PASA GADANG

Oleh: Khairul SH

Advertisements

Pasa Gadang adalah salah satu kawasan kota tua yang ada di Kota Padang Yang Terletak di Kecamatan Padang Selatan Kelurahan Pasa Gadang, yang mana di kota tua tersebut terdapat bangunan yang penuh sejarah peninggalan semasa koloni Belanda.

  1. Gudang /distributor semen
    Lokasi Berada di Pasar Hilir No.26-28 Kelurahan Pasa Gadang Yang Mana Bangunan Tersebut di Bangun Tahun 1913. Bangunan Terkesan Kokoh Yang Pilar pilar Persegi di bagian depan Lantai Bawah.
  2. Rumah Tinggal Keluarga Asbon
    Lokasi Berada di Pasar Hilir No.20-22 Kelurahan Pasa Gadang Yang di Bangun Tahun 1930 Pada Zaman Belanda bangunan ini berfungsi sebagai toko kain. dengan jumlah bangunan sebelas petak dengan setiap petak dihuni oleh keluarga yang berbeda.
  3. rumah tinggal keluarga Sidin
    lokasi berada di Jalan Pasar Hilir No.70-72 Kelurahan Pasa Gadang di bangun Tahun 1910 berfungsi sebagai tempat tinggal dan gudang.
  4. Masjid Muhammadan adalah salah satu masjid tertua di Indonesia sekaligus cagar budaya yang terletak di Kelurahan Pasa Gadang. Masjid ini di bangun pada tahun 1843 oleh sekelompok Muslim yang mayoritas berasal dari keturunan India, yang mereka datang Bersama tentara Inggris kemudian membentuk komunitas dekat Muara Padang. yang mana masjid tersebut dibangun dengan bahan bangunan pasir, kapur dan gula kemudian tanpa merubah bentuk aslinya. Sejak abad ke 20 di ganti dengan semen tanpa merobah bentuk aslinya dan sampai saat ini masih di lakukan tradisi serak gula setiap tahunya.
  5. Gedung Juang 45 BPPI.Lokasi berada di Jalan Pasar Mudiak sebelumnya adalah Hotel Pasa Gadang Yang Sering digunakan Sebagai Tempat markas pejuangan dan sampai sekarang di Sebut Gedung Juang 45.
  1. Stasiun Kereta Api Pulau Aia
    Jalur Kereta Api Pulau Aia (Pulau Air) dari Padang ke Padangpanjang sepanjang 71 Km. pada tahun 1891 bangunan ini telah diselesaikan pembangunannya menjadi jalur utama perdagangan di Padang. Sejak 1980-an jalur ini beroperasi.

Dengan melihat sejarah kota tua tersebut tentu kita sebagai aparat pemerintahan dan tokoh masyarakat berkeinginan kembali menghidupkan marwahnya Kota Tua Pasa Gadang dengan tujuan mengangkat kembali nilai nilai sejarah Kota Tua.

sehingga kota tua pasa gadang bisa hidup dan mengeliat kembali melalui perbaikan penataan konsep kota tua, menjadi aikon wisata Kota Padang.
keberadaan hidupnya kembali stasiun kereta api di pulau aia alangkah Bijaknya kepala stasiun kereta api (Drive KA. APi Kota Padang) membuka jalur wisata KA dari Padangpanjang dan dari Pariaman ke stasiun. Kereta api Pulau Aia sehingga wisata lokal dapat pula melihat keberadaan Kota Tua yang ada di Pasa Gadang secara tidak langsung bisa mengangkat perekonomian masyarakat melalui wisata kereta api.

Melalui nilai sejarah yang ada seperti Gedung Juang bisa di alihkan fungsi menjadi musium sejarah tentang perjuangan rakyat indonesia melalui perdagangan di Kota Tua Pasa Gadang .
Mudah mudahan dengan adanya tulisan ini tergugah para pelaku sejarah, pelaku kebijakan dan tokoh masyarakat ikut serta memajukan kembali kota tua di Pasa Gadang melalui wisata kota tua yang madani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*