Mengais Rezeki Dengan Air Laut

Ernawati sedang mengabil air laut dan mengumpulkannya di tepi pantai

Advertisements

Padang-today.com__Siang itu cuaca cukup cerah di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karan Aur, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumbar. Ketika berada di belakang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) kita dimanjakan dengan masih asrinya tumbuhan pohon cemara yang berjejer rapat di sepanjang pantai. Di TPI tersebut, terlihat kesibukan para nelayan dan pedagang hasil tangkapan nelayan untuk dijual kepada pembeli.

Tampak pula lalu lalang pembeli ikan melihat ikan-ikan segar yang akan dijual. Dibalik kesibukan itu semua ada sebuah pemandangan menarik ketika melihat seorang wanita yang mengambil air laut kemudian menyusun puluhan ember di bibir pantai.

Sebut saja Ernawati (39), seorang wanita tangguh yang nampak hilir mudik membawa ember dikedua tangannya yang berisi air laut. Istri dari Asrulchan (51) ini sudah mengambil air laut dengan ember sejak pukul 11 siang.

Satu persatu ember berisi air laut tersebut disusunnya dengan rapi dibibir pantai. Menjelang sore Ernawati akan membawa lagi ember-ember berisi air laut tadi ke rumahnya, kira-kira 100 meter dari bibir pantai untuk disatukan kedalam bak penampungan yang lebih besar. Menjelang magrib pekerjaannya baru usai.

Air laut tadi akan dijual oleh Ernawati kepada pedagang-pedagang ikan yang membeli ikan di TPI Karan Aur keesokan harinya. Pekerjaan ini dilakoninya sejak tahun 2009 silam. Biasanya Ernawati bekerja menjual air laut dari pukul 6 pagi hingga pukul 10 siang.

“Setiap hari saya bisa menjual air laut ini kepada pedagang ikan hingga 40 ember, dan jika tangkapan ikan sedang banyak bisa terjual hingga 100 ember per hari, setiap ember saya jual Rp. 2 ribu”, terangnya ketika ditemui di Pantai Karan Aur, Selasa, 4/9.

Dari hasil penjualan air laut ini, kata dia, bisa menambah penghasilan keluarga karena suaminya seorang nelayan. “penghasilannya tidak menentu sementara dapur harus tetap mengepul,” kata dia.

Sementara itu Lurah Karan Aur, Eri Gustian menerangkan bahwa pekerjaan menjual air laut kepada pedagang ikan tersebut telah berlangsung lama di kelurahannya.

“Sekarang ada tiga orang berprofesi sama seperti Ernawati di TPI Karan Aur ini. Namun tahun 90-an banyak ditemui pelajar-pelajar yang menjual air laut ini. mereka berjualan untuk mencari uang belanja untuk sekolah, namun kini memang dijadikan sebagai mata pencaharian”, tandasnya menghakiri. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*