Menulis Cerpen

IMG_20150908_100029

Advertisements

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

OLEH :Yushelda S.pd 

PADANG, PADANGTODAY.COM-Pembelajaran menulis cerpen di sekolah termasuk salah satu dari kompetisi pembelajaran menulis sastra. Pembelajaran ini tidak dapat dihindari karena menulis cerpen tercantum dalam standar isi. Standar isi pembelajaran menulis cerpen tidak hanya menuntut siswa memahami tetapi siswa juga dituntut untuk memproduksi karya sastra. Dalam hal ini peran seorang guru sangat penting. Guru dituntut untuk menguasai dan mengerjakan pengetahuan tentang sastra terutama cerpen sebgai dasar dalam kegiatan menulis.

Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilaksanakan pada 7 Oktober 2014 di SMP Negeri 4 Padang, ternyata masih terdapat beberapa kesalahan yang dihadapi baik oleh siswa khususnya kelas IX 1 maupun guru dalam pembelajaran menulis cerpen. Siswa kelas IX 1 memiliki beberapa masalah yang dialami dalam menulis cerpen, yaitu siswa masih kesulitan dalam menentukan ide dan sebagian siswa merasa bingung cara mendapatkan ide. dalam tahapan ini, siswa jusru banyak menghabiskan waktu. Padahal, tahap tersebut baru merupakan tahap awal untuk memulai kegiatan dalam penulisan cerpen. Hal ini mengakibatkan kurangnya minat serta motivasi siswa dalam menulis cerpen, dan hanya beberapa siswa saja yang terlihat lancara dalam menulis cerpen. Siswa tersebut merupakan siswa yang sudah terbiasa menulis cerpen.

Masalah yang dihadapi guru sebelum adanya tindakan, mengenai pembelajaran yang diterapkan masih menggunakan metode pembelajaran yang konvensional, yaitu dengan ceramah dan penugasan. Pembelajaran masih berkisar pada penyampaian materi dengan ceramah dan mencatat hal-hal penting yang disampaikan guru. Pembelajaran dilanjutkan dengan membaca cerpen dan kemudian siswa menjawab pertanyaan sekitar dan seputar isi cerpen atau menganalisa unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen. Proses pembelajaran tersebut masih memiliki kelemahan karena siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Akibatnya, siswa cenderung merasa bosan.

Disamping itu, kemampuan siswa dalam menulis cerpen di sekolah tersebut masih kurang optimal. Hal itu terjadi karena terbatasnya waktu untuk pembelajaran menulis cerpen. Guru juga mengalami kesulitan dalam menumbuhkan minat dan motivsi siswa untuk menulis. Pembelajaran menulis merupakan salah satu pembelajaran yang memerlukan perhatian khusus baik oleh guru mata pelajaran atau pihak-pihak yang terkait dalam penyusunan kurikulum pembelajaran. Selam ini, pembelajaran menulis masih banyak disajikan dalam bentuk teori. Hal ini penyebab kurangnya kebiasaan siswa sehingga mereka sulit menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Kurangnya bentuk praktik menulis itulah yang menjadi salah satu fakta kurang.

Untuk memberi pengalaman yang lebih terhadap siswa dalam mengikuti proses keterampilan menulis cerpen, dibutuhkan metode pembelajaran disekolah. Ada beberapa pendekatan pembelajaran yang digunakan guru dalam membimbing siswa pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode kontekstual atau contextuas teaching and learning (CTL). Metode kontekstual menurut sugiyanto (2009:16) adalah “Proses pembelajaran yang berlangsung secara alamiah dalam bentuak kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer dari guru ke siswa”. Sedangkan menurut Johnson (2002:65) yaitu: “1) membuat keterkaitan- keterkaitan yang bermakana; 2) melakukan pekerjaan yang berarti; 3) melakukan pelajaran yang diatur sendiri; 4) bekerja sama; 5) berpikir kritis dan kreatif; 6) membantu individu untuk tumbuh berkembang; 7) mencapai standar tinggi; 8) menggunakan penilaian autentik. Sedangkan menurut Sanjaya (2004) dalam Sugiyanto (2009:17) pendekatan Kontekstual memiliki tujuh komponen utama yaitu: 1) konstruktivinisme (contructivism); 2) bertanya (questioning); 3) menemukan (Inquiry); 4) masyarakat belajar (learning community); 5) pemodelan (modelling); 6) refleksi (reflection); 7)penilaian yang sebenarnya (authentic assesment).

Metode CTL berhasil karena pendekatan ini meminta siswa untuk bertindak dengan cara yang alami. Cara ini sesuai dengan fungsi otak, dengan psikologi dasar manusia, dan dengan tiga prinsip yang menembus alam semesta yang ditemukan oleh para ilmuwan. Prinsip-prinsip yaitu saling ketergantungan, diferensiasi, dan pengaturan diri sendiri.

Dengan menggunakan pendekatan CTL siswa dapat mengerti apa makna belajar dan apa manfaatnya. Siswa akan menyadari bahwa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya. Siswa mempelajari sesuatu yang bermafaat bagi dirinya dan berupaya untuk mencapainya, dalam upaya itu, mereka memerlukan guru sebagai pengarah dan pembimbing. Pendekatan CTL merupakan strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta, tetapi sebuah pendekatan yang mendorong siswa mengkonstruksi pengetahuan dibenak mereka sendiri, melalui pendekatan CTL, siswa diharapkan belajar mengalami bukan menghafal.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang peneliti peroleh selama menjalani tugas sebagai tenaga pendidik di SMP Negeri 4 Padang. Keterampilan menulis cerpen selama ini diselenggarakan hanya berpusat pada guru (teacher center). Selama pembelajaran, guru mentransfer pengetahuan yang dimiliki tentang suatu materi kemudia meminta siswa menyelesaikan tugas-tugas yang tersedia dalam lembar kerja siswa (LKS). Keterampilan menulis cerpen yang seperti peneliti uraikan sangat disayangkan, karena begitu banyak materi Bahasa Indonesia yang dapat dikonstektualkan. Salah satu materi tersebut adalah menulis cerpen. Dengan menyelenggarakan pembelajaran mengenai menulis cerpen dengan menggunakan metode CTL, siswa akan terbantu dalam proses informasi ke dalam otaknya dan manyusun kembali pengetahuannya untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan permasalahan diatas, penelita mencoba memberikan solusi agar hasil pembelajaran siswa dapat meningkat. Untuk itu, peneliti memberijudul penelitian ini dengan Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Dengan Menggunakan Pendekatan Contekstual Teaching and Learning (CTL) di Kelas IX 1 SMP Negeri 4 Padang. (admin:Yushelda S.pd)

One comment

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai sastra. Sastra merupakan sesuatu hal yang menarik dan dipahami isinya. Saya memiliki beberapa penjelasan sederhana mengenai sastra yang dapat dilihat di http://www.lepsab.gunadarma.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*