Menumbuhkan Pendidikan Berkarakter, Rizki Ikwan Koordinator School of Master Teacher (SGI) Dompet Dhuafa Singgalang

Rizki Ikwan Koordinator School of Master Teacher (SGI).

Rizki Ikwan Koordinator School of Master Teacher (SGI).

Advertisements

PADANGTODAY.com-Di dalam kondisi sosial masyarakat hari ini, mulai terlihat berkembangnya perhatian setiap orang tua terhadap pendidikan yang bermutu dan terbaik untuk anak-anak mereka. Orang tua tentunya selalu ingin anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang berqualitas, bukan hanya sekedar kualitas dari sisi keilmuan, tetapi juga harapan akan tertanamnya nilai-nilai serta sikap yang mengarahkan pada kharakter positif yang ada pada setiap anak.

Untuk mendapatkan pendidikan yang mumpuni dan berqualitas tersebut tentunya orang tua tidak asal pilih sekolah yang nantinya menjadi tempat untuk menitipkan anak-anak mereka. Banyak diantara orang tua, yang mau dan rela membayar lebih dalam memilih sekolah yang mampu memberikan pendidikan terbaik, apakah disekolah negeri maupun swasta. Sekolah yang pada penerapan metode ajar bukan hanya sekedar transferknowledge” tetapi juga mampu memberikan nilai-nilai, apakah pada sisi moral, sikap, kepribadian, dan juga pada sisi keagamaan.

Namun yang menjadi pertanyaan, apakah Pendidikan yang Berkharakter hanya terlihat dari peran sekolah sebagai tempat menitipkan anak? . Banyak hari ini orang tua yang salah laprah dan belum paham betul bagaimana memberikan pendidikan yang baik dan berkharakter tersebut. Barangkali dengan berbagai kesibukan dari orang tua, ada beberapa kasus yang orang tua yang hanya mencari sekolah unggulan untuk sekedar menitipkan anak-anak mereka, setelah itu orang tua merasa bebas dan bisa dengan leluasa melanjutkan kesibukannya.

Berharap memberikan pendidikan yang baik, malah yang ditemui oleh anak-anak hanyalah sekedar kesibukan yang tidak menentu dsekolah yang mereka geluti. Perhatian orang tua kurang, maka timbul kesenjangan yang nantinya berefek pada psychology perkembangan anak itu sendiri.

Dalam menumbuhkan dan mewujudkan pendidikan berkharakter, tentunya diperlukan upaya serta sinergisitas yang baik antara sekolah, orang tua, guru, dan lingkungan sekitar tempat siswa itu berada. Pendidikan untuk anak tidak boleh sekedar melepas tanggung jawab orang tua dengan menitipkan anak kepada sekolah, tetapi mesti ada tindak lanjut atau follow up akan perkembangan anak itu sendiri. Apakah secara teknis ini bisa dikondisikan oleh pihak sekolah dengan mengadakan berbagai kegiatan, misalnya : kelas parenting, parenting’s day, atau konseling interaktif yang khusus antara orang tua dan guru. Beberapa cara tersebut tentunya bisa diefektifkan disekolah dan diadakan secara berkelanjutan, agar komunikasi intens antara orang tua dan guru dalam mengawal pendidikan bagi anak mereka bisa berjalan dengan baik.

Selain upaya harmonisasi beberapa pihak dalam mengawal pendidikan bagi anak, oleh orang tua, guru, serta masyarakat sekitar, menumbuhkan pendidikan berkharakter juga memerlukan yang namanya sebuah transfer ketelaudanan. Berharap anak menjadi baik, orang tua juga mesti mencotohkan yang baik. Berharap anak bisa bicara sopan orang tua juga mesti bertutur kata sopan dan memilih ucapan atau kata-kata yang baik. Berharap anak tidam terlambat masuk kelas, guru mesti terlebih dahulu datang dan juga tidak terlambat. Berharap siswa tidak merokok di luar jam sekolah, guru juga tidak merokok dimanapun berada. Beberapa contoh prilaku inilah tentunya sebagai perbandingan dalam memberikan atau transfer ketauladanan yang mesti menjadi perhatian orang tua dan guru. Ketika semuanya telah diupayakan dengan maksimal, bukan tidak mungkin anak-anak mendapatkan pendidikan terbaik dan benar-benar berkarakter. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*