Menunggu Teknisi Spanyol, RPH Payakumbuh Nyaris Tak Berfungsi

Ketua Komisi II DPRD Sumbar Sabar AS

Ketua Komisi II DPRD Sumbar Sabar AS

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Rumah Potong Hewan (RPH) Modren milik Pemerintan Propinsi Sumatera Barat di Kelurahan Koto Panjang Payobasuang, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, usai dibangun tahun 2010 lalu dengan menghabiskan anggaran senilai Rp 25 M, hingga 2015 ini nyaris tak berfungsi. Hal itu lebih disebabkan peralatan untuk memotong hewan harus menunggu pemasangan dari teknisi Negara Spanyol.

Kepala UPTD RPH Efdal, mengaku jika alat yang sudah datang di RPH belum dipasang. Mengingat masih menunggu teknisi yang akan memasang alat pemotongan itu dari Spanyol. Namun begitu, Efdal, optimis Juli 2015 ini semua alat sudah dipasang dan RPH sudah diuji cobakan.

“Rencana kita pada Juli mendatang sudah dilakukan uji coba pemakaian alat-alat moderen yang dibeli dari Spanyol. Selama ini RPH belum berjalan karena alat-alat pemotongan belum dipasang dan menunggu teknisi dari Spanyol,” jelas Efdal, kepada Anggota Komisi II DPRD Sumbar akhir minggu kemarin saat berkunjung ke RPH Payakumbuh.
Disampaikan Efdal, bila RPH sudah berfungsi secara normal maka dapat menampung sekitar 50-80 pemotongan hewan setiap hari. Tidak terkecuali untuk pemotongan hewan kurban milik masyarakat pada saat lebaran Idul Adha.

“Kita menerima pemotongan hewan, satu ekor hewan kita pungut upahnya hanya Rp 100 ribu. Jadi masyarakat yang hendak melakukan pemotongan hewan disini kita terima,” jelasnya.
Pihak RPH juga bersedia membeli hewan dari masyarakat untuk dipotong, dengan catatan hewan yang akan dibeli RPH hanya yang memiliki berat tertentu.

“Kalau kita akan beli hewan milik masyarakat dengan berat 400 kg satu ekor. Bisa nanti kita mendorong masyarakat sekitar untuk beternak sapi,” sebutnya.

Daging sapi yang sudah dipotong di RPH disampaikan Efdal, juga bis disimpan degan waktu lama. Mengingat mesin pendingin yang disediakan RPH sangat beragam, ada yang ketahanan 3 bulan, 1 bulan dan tergantung berapa lama daging sapi itu akan dipergunakan.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Sumbar, Sabar AS, mengakui jika RPH Payakumbuh merupakan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bagi Sumatera Barat kedepan. Untuk itu disampaikannya, DPRD akan terus medorong Pemerintah Sumatera Barat untuk mengoptimalkan penggarapan RPH sehingga menjadi modal besar bagi PAD Sumbar.

“Kita akan dorong terus baik dari segi anggaran, sarana dan prasarana penunjang operasional RPH Payakumbuh ini. Karena bila ini beroperasi tentu saja akan mendatangkan PAD bagi kita,” sebutnya.
Tidak hanya itu, tetapi Politisi Demokrat itu juga yakin, ketersediaan daging di Sumatera Barat akan terjaga hegienisnya dengan alat-alat moderen yang sudah dimiliki RPH. “Pasokan kebutuhan daging akan terjaga, kemudian higienisnya (kebersihannya) terjaga dengan baik, kemudian kehalalannya juga pasti, karena ini yang menjadi fokus kita,”  jelas mantan aktivis 1998 itu.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*