Merokok, Kemarin, Sekarang dan Esok

Elfizon SPdI - Guru Pendidikan Agama Islam SDN 03 Sungai Beringin Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota

Elfizon SPdI – Guru Pendidikan Agama Islam SDN 03 Sungai Beringin Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota

Advertisements

Oleh : ELFIZON, S. Pd.I

Guru PAI SD Negeri 03 Sungai Beringin
Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota

KEBIASAAN merokok meningkat dengan pesat sejak berakhirnya perang dunia II,dimulai di negara-negara industri yang menyebarkan kebiasaan itu yang selanjutnya melanda negara-negara berkembang, teruta ma negara produsen tembakau yang masih memerlukan revenue yang besar dari komoditi tersebut.

Tulisan sebelumnya, Strategi Pencegahan Narkoba di Sekolah

Tetapi, kendatipun di Indonesia rokok dan tembakau merupakan primadona di bidang non-migas saat ini, persepsi dunia mengenai masalah merokok sudah sangat berubah dalam dua dekade ini. Memang banyak hal-hal dan kegiatan dalam proses perubahan itu yang masih belum diketahui oleh masyarakat kita.

Semua lembaga kesehatan di seluruh dunia,khususnya yang bergerak di bidang penanggulangan kanker dan penyakit jan tung, dengan tidak henti-hentinya dan tanpa kecuali memberikan peringatan kepada masyarakat tentang bahaya merokok bagi kesehatan.

Melalui penelitian ilmiah di bidang klinis, epidemiologis dan laboratorium, semuanya menambah fakta-fakta, bahwa merokok adalah salah satu penyebab utama sejumlah penyakit gawat dan fatal, terutama penyakit jantung, kanker paru, bronkitis kronis dan efisema.

Bukti-bukti baru sama sekali tidak merubah konklusi dalam laporan yang diajukan yang berbunyi ”penyakit-penyakit yang ada hubugannya dengan merokok demikian besar pentingnya sebagai penyebab cedera (disability) dan mati prematur di negara-negara berkembang, hingga pemberantasan merokok akan dapat memperbaiki kesehatan umum dan mem perpanjang umur di negara-negara itu, lebih baik dari tiap usaha lain apapun dalam bidang pencegahan penyakit”.

WHO melaporkan,bahwa dewasa ini sekitar 2 ½ juta kematian setahun disebabkan oleh penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok. Jumlah ini adalah sama dengan jatuhnya 20 buah Jumbo-jet dengan 350 penumpang setiap hari sepanjang tahun.

Kendala dan Kemunduran

+-80% dari kematian kanker paru,
+-75% dari kematian bronkitis kronis, dan
+-25% dari kematian penyakit jantung.

Dengan memasuki era komunikasi dan globalisasi yang canggih dewasa ini, maka masyarakat dunia pada saatnya akan menyadari dampak-dampak negatif dari kebiasaan merokok bagi kesehatan dari kesejahteraan manusia, terlebih-lebih bagi pembinaan bangsa. Melalui kesadaran inilah terdapat kecendrungan di negara-negara maju dalam dua dekade ini, untuk mengu rangi kebiasaan merokok itu.

Di Kanada 5½ juta orang telah berhenti merokok, di Inggris 10 juta orang, dan di Amerika 40 juta perokok sudah memutuskan untuk tidak merokok. Di antara negara-negara industri hanya Jepang yang masih terlanda epidemi rokok, meskipun kebiasaan itu tidak sampai menjalar ke kaum wanitanya.

Dalam komunikasi yang canggih itu, maka pengertian dan kesadaran negara-negara maju mengenai hidup sehat dengan udara bersih tanpa dikotori oleh asap rokok sudah mulai meningkat, dalam ukuran ini asap rokok sudah merupakan ”mode kuno atau masalah kemaren”, sedangkan kebutuh an manusia ialah udara yang bersih. Jadi jelaslah bahwa kebiasaan merokok tergan tung pada tingkat intelektual dari sesuatu masyarakat.

Kalau Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang maju dalam pengembangan masalah-masalah sosial yang penting, seperti KB, swa-sembada pangan dan lingkungan hidup, maka niscaya masalah dampak negatif dari rokok bagi kesehatan,kesejahteraan dan pembinaan bangsa,juga akan secepatnya disadarinya secara proposional.

Dari segi-segi seperti diuraikan di atas masalah di negara kita perlu ditinjau, dalam hubungan perhatian dunia yang makin meningkat, keprihatinan dunia mengenai ma salah merokok terwujud dalam konperensi-konperensi iternasional yang diselenggara kan setiap 2-3 tahun.

Mengurangi risiko merokok

Kita sama-sama memaklumi, bahwa di negara kita tembakau dan rokok merupakan komoditi yang penting bagi pendapatan negara. Namun demikian, hal itu kiranya tidak mengurangi kewajiban pemerintahan untuk memberitahukan kepada masyarakat tentang bahaya-bahaya bagi kesehatan yang terkandung dalam kebiasaan merokok itu, disamping usaha untuk mengurangi akibat-akibat buruk bagi kesehatan yang dapat berpengaruh dan mengurangi daya kemam puan berfikir manusia pada umumnya.

Oleh karena itu, dengan makin meningkatnya perhatian dan usaha dunia untuk menekan kebiasaan merokok yang dengan gigihnya dipelopori oleh WHO, ditambah dengan meningkatnya komunikasi antar bangsa yang canggih dewasa ini, masalah merokok di negara kita perlu dari segi-segi yang lebih mendalam dan lebih luas, terutama yang menyakut. Faktor-faktor yang sangat berpengaruh bagi pembangun negara dan bangsa, mengarah pada suatu “kebudayaan merokok baru”.

Promosi yang berlebihan

Yang penting ialah agar masyarakat kita tidak terlalu kasip dalam mengadaptasi upaya global yang bertujuan untuk menanggulangi masalah merokok yang sudah jelas merupakan kebiasaan yang salah itu, terutama untuk tidak menimbulkan korban-korban yang tidak perlu.

Promosi rokok yang berlebihan dalam bentuk iklan-iklan raksasa, yang semuanya dipasang atas beban para konsu men sendiri merupakan hal-hal yang tidak perlu yang merupakan tantangan tentang konsep-konsep dunia mengenai kesehatan.

Dalam era sadar-wisata dewasa ini masalah merokok juga dapat memberikan kesan yang buruk kepada wisatawan yang kebanyakan datang dari negara-negara yang memberlakukan norma-norma ketat, baik di bidang transportasi, hotel, tempat umum, dsb bahkan yang sudah terdapat di lingkungan negara-negara terdekat seperti Singapura, Hongkong dan Malaysia.

Juga sudah menjadi norma, bahwa masalah merokok termasuk promosi dan iklan-iklannya dijauhkan dari bidang olahraga, seperti telah dilaksanakan di Olympic Games di Calgary (kanada), Seoul dan di Sea-Games XV di kuala-Lumpur, yang tidak memuat iklan rokok di arena-arena sportnya.

Di Indonesia, TVRI telah memberikan contoh yang baik dan dari semula melarang iklan rokok, tanpa menyadari iklan rokok itu masuk secara gratis dan mencolok untuk waktu yang cukup lama di TV, pada waktu pertandingan sepak bola, tinju dll. Cabang olahraga, karena terpampang di seluruh area sport dari sudut ini Indonesia tidak akan mendapat giliran sebagai penyelenggara Olympic Games.

Dari hal-hal di atas jelaslah, bahwa masalah penanggulangan merokok di Indonesia memerlukan penelaahan dan pemikiran yang sedalam-dalamnya dari pihak pemerintah dan masyarakat.***

— BIODATA —

NAMA : ELFIZON,S.Pd.I

Nomor Hape: 081266927747
Tempat tanggal lahir : Tambun ijuk, 16-12-1971
Pendidikan : SD, MTSN, MAN, DII PAI STIT PAYAKUMBUH
Status : kawin
Istri : Yulizarmi
Anak 2 orang :
1. Rafiqil A’laa
2. Rafiqatul Salsabila
Pekerjaan : PNS Daerah, Guru PAI SD 03 Sungai Beringin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*