Meski Memiliki Pantai Yang Landai dan Indah, Pemko Pariaman Terus Membenahi Resort Wisata

wako_beri_sambutan_tablighk_akbar-(1)
Pariaman, Padangtoday.com-Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat memiliki pantai landai dengan pesona yang indah, Kota yang bermotto Sabiduak Sadayuang ini perlu mengenjot pariwisata dengan memiliki pantai Kata di Taluak-Karan Aur, Pantai Gandoria, Pantai Cermin, dan Pantai Belibis
Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, mengatakan, saat ini Pemko Pariaman telah membenahi resort wisata dalam usaha pengembangan sector pariwisata.

Advertisements

Objek wisata pantai Pariaman diantaranya adalah pantai Gandoriah yang berlokasi di depan stasiun kereta api Pariaman, Pantai Kata di Taluk-Karan Aur, Pantai Cermin di Karan Aur, Pantai Belibis di Naras dan memiliki Pusat Penangkaran Penyu pertama dan satu-satunya di Sumatera Barat di Pantai Penyu, Apar, Kec. Pariaman Utara, jelas Mukhlis.

Selain itu, jelas Walikota Pariaman, Kota yang bermotto Sabiduak Sadayuang ini juga memiliki 5 (lima) pulau kecil yang tak berpenghuni yang tengah dikembangkan sarana dan prasarananya sebagai destinasi wisata oleh Pemkot Pariaman diantaranya Pulau Angso Duo, Pulau Kasiak, Pulau Tangah, Pulau Ujung dan Pulau Gosong, paparnya.

Kemudian, Kota ini juga dikenal dengan pesta budaya tahunan tabuik yang prosesi acaranya diselenggarakan mulai dari tanggal 1 Muharram sampai pada puncaknya tanggal 10 Muharram setiap tahunnya. Saat ini terdapat 2 museum rumah Tabuik yakni Rumah Tabuik Subarang di Jl. Imam Bonjol Samping Balaikota dan Rumah Tabuik Pasa di Jl. Syekh Burhanuddin Karan Aur yang memuat informasi sejarah perkembangan dan pembuatan tabuik beserta replikanya.

Seterusnya Mukhlis Rahman mengimbau masyarakat kota agar terus membentuk dan membangun jiwa pariwisata untuk memajukan sektor kepariwisataan di kota setempat.

“Kota Pariaman hanya daerah kecil, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat tergantung pada sektor pariwisata. Karena itu perlu keseriusan, salah satunya membangun jiwa dan mental pariwisata,” jelasnya.

Untuk memajukan potensi wisata harus membenahi mental masyarakatnya dahulu. Masih dijumpai masyarakat sekitar pantai yang menjual makanan dan minuman dengan harga yang tidak wajar.Ini jelas menyulitkan pengunjung dan menyebabkan mereka tidak betah berada di objek wisata.

“Masyarakat datang untuk berwisata jangan sampai mereka mengeluh dan merasa dibohongi dengan karakter, sifat, pelayanan, harga barang dan jasa yang kita jual kepadanya,” tukasnya.

Diharapkan masyarakat mau merubah segala sifat negatif yang bisa merugikan. Ia menceritakan, ketika Kota Pariaman dipimpin Almarhum Kolonel Anas Malik, sangat susah mengubah keperibadian masyarakat untuk membudayakan hidup bersih.

“Pemkot selalu menangkap orang yang membuang hajat di sepanjang Pantai Pariaman, namun sekarang tantangan kita adalah mengubah karakter masyarakat agar berjiwa wisata,” tandasnya.(eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*