Military Teacher Super Camp, Guru SD pun Wajib Militer

 

Advertisements

Padang, PADANGTODAY.com-Panas, gerah, dan capek. Perasaan tersebut tak mampu menandingi antusias 24 guru School of Master Teacher (SMT) dalam kegiatan Military Teacher Super Camp (MTSC) yang diagendakan Sabtu dan Minggu (28-29/3) lalu di lingkungan Universitas Andalas Kampus Unand (Unand) Limau Manis Padang.

MTSC merupakan bagian dari kegiatan Program School Of Master Teacher (SMT) Dompet Dhuafa Singgalang. Kegiatan ini merupakan program peningkatan kualitas guru dengan mengedepankan karakter 3P (Pengajar, Pendidik, dan Pemimpin).

Kegiatan MTSC ini digawangi oleh Koordinator Pelaksana SMT dari Tim Dompet Dhuafa Singgalang, Rizki Ikhwan dan Tryas Wardani Nurwan. Dengan menggandeng Resimen Mahasiswa (Menwa) Unand, mereka menjadikan para guru yang lulus seleksi dari berbagai pelosok daerah Sumatera Barat ini layaknya pasukan militer.

“Tujuan utama kegiatan MTSC ini adalah untuk menanamkan rasa disiplin bagi guru-guru SMT berteladan dari sistem kemiliteran, dan mengembangkan jiwa kepemimpinan bagi guru. Ini adalah salah satu bentuk dukungan Dompet Dhuafa Singgalang bagi dunia pendidikan di tanah air,” tegas Rizki.

Rizki mengemukakan alasan pemilihan Menwa sebagai instruktur kegiatan. Menurut Rizki, Menwa juga merupakan bagian dari militer. Secara organisasi, Menwa mendapat pendidikan semi-militer yang dibina secara langsung oleh militer.

“Menwa adalah mahasiswa terdidik. Mereka memiliki kedisiplinan yang bagus. Menwa juga memiliki dedikasi yang cukup baik sebagai sebuah organisasi di kampus yang malaksanakan segala bentuk kebijakan dan pengamanan pimpinan di kampus,” imbuh Rizki.

Dibawah wewenang Komandan Menwa Unand, Doni Saputra, berbagai jenis kegiatan mulai dari kegiatan baris-berbaris (PBB), upacara bendera, pendadakan malam, dan sebagainya, mereka lakoni lazimnya pasukan militer. Tak hanya kegiatan fisik, mereka juga memperoleh berbagai bekal materi tentang kepemimpinan, motivasi mengajar, dan cara memberikan informasi (CMI) yang benar.

Doni mengaku sangat menikmati kegiatan ini. Ia menghaturkan rasa terimakasihnya atas kepercayaan yang diberikan pihak Sekolah Guru Indonesia (SGI) Dompet Dhuafa Singgalang terhadap Menwa kampus Unand.

“Kami bangga bisa berperan aktif dalam masyarakat dengan dijadikan teladan dalam hal kedisiplinan melalui kegiatan SMT ini,” Tutur Doni.

Senada dengan Doni, Wakil Rektor III Unand, Dr. Aprisal, MP juga menghaturkan terimakasihnya pada saat upacara pembukaan acara MTSC.

“Memilih dan mempercayakan Menwa Unand sebagai instruktur acara diluar kepentingan akademis kampus, merupakan suatu kebanggaan bagi kami. Itu artinya anggota Menwa mendapat kepercayaan dari masyaraat untuk berbagi ilmu mengenai kedisiplinan,” ungkap Aprisal melalui pidato upacara pembukaan MTSC.

Bagi Aprisal, kegiatan ini juga menunjukan pengabdian Menwa Unand kepada masyarakat sebagai teladan kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan kepada para guru SD yang mengajar didaerah terpencil di penjuru Sumatera Barat.

Kegiatan ini ditutup dengan Outbond yang bertujuan untuk mengasah kreatifitas dan dan kekompakan para guru untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Tak lupa, juga diadakan upacara penutupan yang dilaksanakan di penghujung acara MTSC yang dilaksanakan di Helipet Rektorat Unand. (nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*