Minimalisir Abrasi Dan Tsunami, AP II- BNPB Tanam Ribuan Bibit Cemara

Padang-today.com – PT Angkasa Pura II bersama Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) melakukan penanaman ribuan pohon Cemara laut guna menimalisir ancaman abrasi dan tsunami.

   Ini salah satu upaya dilakukan Angkasa Pura 2 bersama BNPB di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Katapiang Kabupaten Padangpariaman dari ancaman abrasi dan gelombang tsunami.

   Penanaman pohon Cemara laut ini disekitar pantai Katapiang, Kabupaten Padangpariaman, yang letaknya dekat dengan runway Bandara.

   Menurut Direktur Finance AP II Bayu Rafisukmawan, aksi penanaman bibit cemara laut di pantai Katapiang Kabupaten Padangpariaman itu merupakan program bina lingkungan yang dilakukan PT AP II.

“PT AP II punya kewajiban moril memperhatikan lingkungan sekitarnya. Salah satunya melalui program bina lingkungan ini,” ujar Bayu Rafisukmawan
ketika penanaman pohon Cemara Laut di pantai Katapiang, Padangpariaman.

Penanaman bibit Cemara Laut ini  merupakan kegiatan lanjutan pernah dikerjakan AP II melalui AP II cabang BIM Katapiang. Dalam pelaksanaannya AP II bekerjasama dengan Universitas Andalas (UNAND) Padang.

“Tidak dapat dipungkiri, untuk jangka pendek manfaat penanaman pohon itu belum bisa dirasakan langsung masyarakat, namun lima tahun kedepan bisa dimanfaatkan,”tegas Bayu.

Bayu menyatakan, aksi Penanaman cemara laut ini merupakan kegiatan lanjutan yang pernah dilakukan AP II melalui AP II cabang BIM. Dan dalam pelaksanaannya AP II bekerjasama dengan BNPB dan Universitas Andalas (Unand) Padang.

“Memang tidak bisa dipungkiri, untuk jangka pendek manfaat yang didapat dari penanaman hutan cemara laut ini belum bisa dirasakan, namun untuk lima tahun ke depan baru bisa dirasakan,” kata dia.

Menurutnya penanaman cemara laut ini tidak semata-mata untuk mitigasi gempa dan tsunami bagi BIM, tapi ini juga nantinya bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat nantinya.

“Karena lokasi ini nantinya bisa menjadi objek wisata baru bagi orang banyak, dan disanalah keuntungan yang akan didapat masyarakat setempat,” kata Bayu.

Direktur Perbaikan darurat BNPB Medi Herlianto menyatakan, dalam kaca mata BNPB, Bandara BIM bakal potensi bencana tinggi. Salah satunya bencana tinggi yang akan mengganggu BIM ini yakni gempa dan tsunami.

“Soalnya keberadaan bandara ini cukup dekat dengan bibir pantai hanya berjarak sekitar 500 M dari bibir pantai maka perlu upaya antisipasi,”ujar Medi.

    Adanya potensi bencana yang demikian, dibuatlah program hutan pantai ini dengan melakukan penanaman cemara laut dan cemara udang di pantai Katapiang.

“Ini sebagai langkah mitigasi bagi bandara BIM. Sebab bandara merupakan objek vital negara, dan pegang peranan penting,” sebut Medi.

   Sisi lain, Bupati Ali Mukhni menyambut baik adanya penanaman bibit cemara laut di pantai Kanagarian Katapiang yang dilakukan BNPB dan AP II.

“Di Padangpariaman ini miliki panjang pantai 60,4 kilometer (Km) yang terbentang dari utara sampai selatan. Dan sebagai besar pantai itu butuh penanganan mitigasi,” kata dia.

Sementara untuk penanaman bibit cemara laut yang ada di lantai Katapiang itu, ungkap Bupati Bupa ini seluas 10 ribu meter persegi lebih.

“Harapan kami, BNPB dapat memprioritaskan perhatian dan melakukan percepatan pemulihan kondisi bencana di Padangpariaman,” kata Ali Mukhni. (dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas