Model Pelayanan Terpadu Satu Pintu Diluncurkan Limapuluh Kota

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi Resmikan Pemakaian Kantror DPPKAD, Jum'at (20/5/2016).

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi Resmikan Pemakaian Kantror DPPKAD, Jum’at (20/5/2016).

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota maju selangkah dalam pelayanan, sebagai salah satu role model dalam Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Hal ini disampaikan oleh Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, pada saat syukuran peresmian pemakaian gedung baru Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) dan peluncuran Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Jumat (20/5) di Komplek Perkantoran Bupati Sarilamak.

“Dalam Rangka memberikan kepastian kepada stakeholder meliputi proses dan waktu pelayanan, kepastian, serta transparansi dalam pelayanan, dirasa sangat penting untuk dibentuk sistem pelayanan satu pintu,” ujar Irfendi Arbi.

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi juga menambahkan bahwa diadakannya PTPS dimaksudkan untuk efisiensi pelayanan.

“Ini juga demi terhindarnya pelanggang dari proses yang berbelit-belit. Belanja tetap wali nagari dan perangkat telah direalisir sebanyak 53 nagari dan dalam proses 15 nagari, nagari yang belum segera mintakan pembayaran ke DPPKAD,” ucap Irfendi Arbi.

Irfendi Arbi juga mengatakan bahwa kedepan akan mencanangkan role model untuk penyelenggaraan PTSP dapat lebih optimal melayani masyarakat dalam berurusan keuangan.

“Ini artinya Limapuluh Kota yang memiliki 79 nagari dan 13 kecamatan berurusan dengan DPPKAD akan mudah dan jelas,” kata Irfendi Arbi.

Yang lebih prestisius lagi, tambah Irfendi Arbi selain mencanangkan role model PTSP, Limapuluh Kota sudah menambah 1 kantor di komplek Kantor Bupati Sarilamak sebagai pusat pelayanan.

“Senantiasa saya tekankan bahwa pelayanan publik itu ruh dari pemerintahan, maka Kabupaten Lima Puluh Kota harus terus berbenah dan mengembangkan inovasi yang mampu menguatkan pelayanan secara prima,” tegas Irfendi Arbi.

Sementara itu Kepala DPPKAD Awaluddin, SE, MM melaporkan gedung ini dibangun mengunakan anggaran APBD 2015 dengan besar anggaran lebih kurang 5 milyar rupiah.

“Dalam rangka mempercepat proses pelaksanaan pembangunan di tingkat nagari, dokumen seperti LKPJ tahun 2015, serta ABPN 2016 sebanyak 53 nagari telah menyampaikan APBN tahun 2016 untuk dievaluasi 10 nagari dan 4 nagari sudah dievaluasi,” kata Awaluddin, SE, MM.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*