Muslim Kasim Jambangi Giat Operasi Bibir Sumbing, Sumbangan Media Grup

Wakil Gubernur H Muslim Kasim

Wakil Gubernur H Muslim Kasim

Advertisements

Padang, PADANGTODAY.com-Wakil Gubernur Muslim Kasim menghadiri kegiatan bakti sosial (baksos) berupa operasi bibir sumbing gratis bagi warga miskin yang digelar Media Grup di Kota Pariaman Senin (27/4).

“Sebanyak 34 warga kabupaten dan kota seluruh Sumbar yang terdiri atas balita, anak-anak, dan orang dewasa menerima manfaat baksos operasi bibir sumbing yang diprakarsai Yayasan Dompet Kemanuasiaan Media Grup,” ujar Wakil Gubernur Muslim Kasim, di Rumah Sakit Aisyiyah, Pariaman, Senin (27/4) lalu.

Baksos operasi bibir sumbing ini merupakan kegiatan perdana Dompet Kemanusiaan Media Group di Sumbar. Dompet Kemanusiaan Media Group merupakan sumbangan dari pemirsa Metro TV dan pembaca Harian Umum Media Indonesia.

Muslim Kasim mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Pariaman, manajemen RS Aisyiyah yang telah memperlancar aksi sosial Media Gruo yang memiliki yayasan khusus penanganan bibir sumbing.

Muslim Kasim berharap gerakan ini dapat mengurangi penderita bibir sumbing di Sumbar. “Terimakasih kepada Media Grup yang telah melakukan operasi bibir sumbing kepada 34 orang, yakni balita, anak-anak, dan orang dewasa.Kami berharap gerakan ini bisa dilakukan dua kali setahun di Sumbar,” kata Muslim Kasim yang akrab disapa Pak MK itu.

Selain itu, para dokter yang telah melakukan operasi itu diapresiasi Muslim Kasim dengan mengundangnya untuk makan malam bersama dikediaman rumah dinas Wagub Sumbar. Pendekatan yang seperti itu diharapkan dapat membangun silahturahim.

Kepada wartawan, Ketua Tim Medis Lobredia Sarasade menyatakan, selain menggelar operasi bibir sumbing, tim dokter juga merekonstruksi hidung dan langit-langit para penderita bibir sumbing.

Ia juga mengharapkan kegiatan baksos tersebut bisa diikuti lembaga sosial lainnya sebab jumlah penderita bibir sumbing di Indonesia tergolong tinggi. Ia menyebutkan, terdapat satu penyandang bibir sumbing di antara 500 kelahiran bayi.

“Ke depannya, gerakan seperti ini bisa diikuti lembaga lainnya karena memang penderita bibir sumbing di Indonesia sangat tinggi,” tukasnya.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*