Negara Filipina Meminta Indonesia Kembali Mempertimbangkan Eksekusi Mati Warganya

bendera Negara Filipina

bendera Negara Filipina

Advertisements

PADANGTODAY.COM – Negara Filipina meminta Indonesia kembali mempertimbangkan soal eksekusi mati warganya yang tersandung kasus penyeludupan narkoba. Permintaan itu disampaikan Wakil Presiden Filipina, Jejomar C. Binay dalam acara Konferensi Asia Afrika (KAA).

Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) mengatakan permintaan itu disinggung pada saat pertemuan bilateral sejumlah negara di Jakarta Convention Center (JCC).

“Tadi bicara tentang warganya yang akan menjalani hukuman (mati) itu. Wajar saja , kalau ada warga kita yang kena masalah di suatu negara tentu pemimpinnya akan melobi juga,” kata JK di JCC, Jakarta, Selasa (22/4).

Meskipun meminta pertimbangan hukuman mati terhadap warganya, JK mengaku pemerintah Filipina tetap menghargai proses hukum di Indonesia.

“Pada prinsipnya, dia sangat menghargai hukum kita tetapi tetap juga mengharapkan suatu perilaku kemanusiaan, dan kita jamin itu,” ujarnya.

Selain itu, terkait pertemuan itu semua tamu negara yang hadir berterimakasih atas semangat Indonesia menyambut perhelatan 10 tahun sekali tersebut.

“Hal yang menggembirakan, semua berterima kasih atas semangat Bandung dan mau melanjutkan semangat itu. Semua sangat menghargai KAA ini,” jelas JK.

Seperti diketahui, warga Filipina, Mary Jane, merupakan terpidana mati yang ditangkap atas tuduhan membawa heroin seberat 2,6 kilogram di Bandar Udara Adisucipto, Yogyakarta, pada 25 April 2010. Ia divonis mati oleh Pengadilan Negeri Sleman karena terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Saat ini, Mary Jane tinggal menunggu eksekusi mati setelah Mahkamah Agung pada Maret lalu menolak pengajuan peninjauan kembali kasusnya.

(siw/uil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*