New Normal, Disporapar Padangpajang Siapkan SOP Pariwisata

Mifan Cottage yang merupakan penginapan terbaik pada objek wisata di Kota Padangpanjang.

Padangpajang, TODAY–Seiring akan dibukanya kembali objek wisata di era New Normal, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disparpora) Kota Padangpajang siapkan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Kepala Bidang Pariwisata pada dinas terkait, Medi Rosdian mengaku telah merumuskan SOP tertentu untuk menyikapi penerapan new normal di dunia kepariwisataan. Hal ini dikatakan guna memberikan kenyamanan dan keamanan terhadap pengunjung.

SOP terkait disusun memiliki target terhadap tiras, yang berbentuk paket-paket wisata. Diharapkannya melalui paket wisata dengan SOP tersebut, akan menjadi magnet untuk menggairahkan dunia pariwisata di era New Normal di daerah berhawa sejuk itu.

“SOP implementasinya berbentuk paket-paket wisata, yang memberikan rasa aman serta nyaman bagi wisatawan. Baik itu berupa kuliner, maupun paket wisata religi dan budaya di Padangpanjang. SOP ini nantinya akan diluncurkan secara resmi setelah ditelaah Kepala Dinas dan Walikota,” ucap Medi, Minggu (31/5).

Disebutkan Medi, dibukanya kembali objek wisata yang ada belum diberlakukan untuk semua wahana. “Besar kemungkinan untuk objek wisata pemandian seperti Lubuk Matakucing tetap ditutup sampai keadaan betul-betul baik. Termasuk wahana water park di Mifan, karena sulit dilakukan penerapan protokol kesehatan,” jelas Medi.

Direktur Utama Mifan Water Park & Resort, Desrial Efendi menyebut pihaknya belum menerima pemberitahuan secara pasti tentang pembolehan dibukanya kembali objek wisata di Sumbar. Namun dirinya menyebut telah dikabarkan secara lisan oleh pihak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

“Secara resmi kita belum mendapat informasi dari dinas. Namun dari PHRI, semacam ‘lampu hijau’ kita diminta mendata karyawan untuk didaftarkan mengikuti test swab ke provinsi,” jawab Deded ketika dihubungi terpisah.

Terkait dengan pemberitahuan PHRI tersebut, Deded mengatakan pihaknya telah mengirimkan data karyawan yang terdaftar pada objek wisata terbesar di Sumbar itu. Saat ini katanya masih menunggu jadwal dari provinsi untuk dilakukan pengambilan sampel.

Daftar karyawan sebanyak 76 orang termasuk tenaga security dari kepolisian, sudah kita kirimkan. Test swab yang akan dilakukan terhadap karyawan nantinya, untuk memastikan operasional Mifan yang kemungkinan hanya penginapan dapat memenuhi SOP dinas yang mengacu protokol kesehatan,” pungkas Deded. (ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas