Ngungun Saok, Ibarat Gadis Yang Belum Bersolek

Advertisements

Padang-today.com___Aktivitas traveling yang membuat kita dekat dengan alam akan membuat badan dan pikiran lebih segar. Rasanya, setelah melihat pemandangan alam yang berwarna-warni, pandangan mata juga terasa lebih jernih.

Oleh karenanya, tak heran banyak wisatawan yang memilih untuk mengunjungi beberapa tempat-tempat keajaiban alam di mana kondisinya masih alami, ibarat seorang gadis perawan yang belum bersolek.

Kali ini, www.padang-today.com merielies dari blogspot traveling menceritakan Ngungun Saok ibarat sekepeing surga yang terlupakan di Kota Padang, Sumatera Barat. Keberadaan Destinasi ini mulai dikenal sekitar tahun 2015 lalu.

Pemandangan alam Ngungun Saok tak kalah dengan destinasi lainya yang ada di Selandia Baru atau Negara lainya. Destinasi satu ini, mungkin terdengar sangat asing bagi wisatawan meskipun berasal dari Padang dimana destinasi wisata ini berada.

Untuk menempuh kelokasi tersebut bagi pecandu traveling harus mengunakan jalan kaki, karena kondisi jalan belum bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat. Miskipun bisa ditempuh dengan mengunakan seped amotor, itu pun sekitar puluhan meter.

Lokasi destinasi ini betetanggaan dengan Air Terjun Pincuran 7 Tingkat berdekatan  sekitar 15 km dari Air Dingin-Lubuk Minturun-Padang dimana lokasi ini sudah sangat terkenal dengan wisata pemandiannya dari jaman Siti Nurbaya.

Dari jalan raya Padang-Bukittinggi, di pertigaan stasiun kereta ambil arah kanan menuju Lubuk Minturun. Sampai di jembatan dimana gerbang lokasi pemandian Lubuk Minturun terus saja hingga pertigaan. Dari pertigaan ambil kiri. Nanti di jalan traveling akan melewati ABG Waterpark di sebelah kiri. Dari ABG ini masih berjarak sekitar 3km ke Ngungun Saok. Di sini jalannya masih beraspal, terus hingga sampai di jalan berbatu dan tanah merah.

Tidak beberapa jauh memasuki jalan berbatu, traveling akan sampai ke Air Terjun Pincuran 7/Air Terjun 7 Tingkat. Nah dari air terjun ini ke parkiran Ngungun Saok sekitar 1 km tiba dilokasi. Dari sini kalau membawa mobil tidak bisa dilanjutkan, hanya bisa ditempuh mengunakan sepeda motor, itu pun traveling baru menginjakan kaki di kaki bukit barisan.

Untuk menuju lokasi yang dimaksud, traveling harus berjalan kaki menembus yang tingginya sekitar 2-3meter. Meski trek nya tidak terlalu ekstrim tapi lumayan kerena turun terus hingga ke sungai. Hanya sekitar 30 menit-an traveling mencapai pinggir bebatuan besar tebing sungai.

Dari atas tebing terlihat pemandangan yang begitu menakjubkan. Tak heran, banyak traveling berdecak kagum dengan ke asrian pemandagan.  Di depan terlihat sungai dengai air kolam yang berwarna hijau tosca. Di sisi seberang terlihat tebing bukit yang berdiri gagah seakan menjaga harta karun yang ada di kakinya.

Selain itu, di sisi kiri terlihat kolam besar yang terlihat tenang. Air mengalir melalui celah antara dua tebiing yang membentuk seperti pintu segi empat. Dengan mempunyai adrenalin traveling untuk melewati celah tersebut  akan sampai di bagian yang tidak kalah bagusnya, terdapat air terjun kecil dan batu-batu besar yang menyebabkan suara sehingga lokasi ini di sebut Ngungun Saok (suara berdengung yang tertutup batu). Di area ini terasa aura mistis…

Sementara itu, di aliran sebelah kanan juga tidak kalah cantiknya. Terdapat tebing berupa sebuah goa dan terlihat arus yang sangat deras dan membentuk kolam yang sangat dalam. Selanjutnya air mengalir memasuki lembah yang selanjutnya sampai di pemandian di bawah. Di tebing seberang terdapat air terjun kecil yang sangat dingin,  namun airnya tidak begitu deras. (rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*