Niat Salat Subuh Malah Meregang Nyawa Di Pinggir Jalan

mau-salat-subuh-jaelani-malah-tewas-di-pinggir-jalanJawa Timur, PADANGTODAY.com – Niat mau beribadah salat subuh berjamaah di masjid, malah meregang nyawa di pinggir jalan. Nahas memang nasib Jaelani (55) warga Dusun Jambean, Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Jasad pria yang yang diketahui seorang muazin di masjid dusun tersebut ditemukan tewas bersimbah darah di pinggir jalan.

Petugas Polsek Winongan Briptu Warjo mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Minggu (14/9) pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Penemuan mayat tersebut ditemukan oleh salah seorang warga bernama Riana saat sedang berjalan menuju pasar. Mengetahui adanya mayat takmir masjid di situ, Riana pun memanggil warga sekitar.

“Betul kejadiannya kemarin, ditemukan warga dalam keadaan telentang di pinggir jalan desa. Dari situ kita dapat laporan dan bergerak menuju TKP,” ujar Warjo saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (15/9)

Menurut pengakuan warga yang melaporkan kepada petugas Polsek Winongan, korban dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tidak memiliki musuh. Keluarga juga mengatakan bahwa pria yang berprofesi sebagai buruh tani ini dikenal sebagai orang yang rajin beribadah dan terkenal sebagai muazin di sekitar rumahnya.

Saat ditemukan, korban sendiri masih mengenakan sarung, baju koko putih yang dibalut jas warna gelap, kopiah putih dan sorban. Berdasarkan pengakuan keluarga kepada petugas, korban tidak memiliki harta benda apapun ataupun warisan.

“Pengakuan keluarga korban tidak ada motif pencurian atau perampokan lantaran korban tidak membawa harta benda. Selain itu juga ditanyakan masalah permasalahan harta rumah tangga juga keluarga mengaku tidak memiliki apa-apa,” ungkap Warjo.

Menurut Warjo aparat Polsek Winongan yang melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) mengamankan sebuah gembok dan puntung rokok yang masih panjang. Namun, belum bisa dipastikan dua temuan itu berhubungan atau tidak dengan kejadian tersebut. Jenazah Jaelani sendiri sekarang berada di RSUD dr R Soedarsono untuk dilakukan proses visum.

Polisi menduga korban dibunuh dengan cara dipukul. Sebab, ada luka memar di bagian belakang kepala dan pelipis kanan korban. “Dugaan benda tumpul. Mungkin palu,” ungkap Warjo.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*