Orang Jepang Dituntut 16 Tahun Penjara

Petugas kejaksaan Kota Pariaman saat menanyai tersangka di Polres Kota Pariaman.

Petugas kejaksaan Kota Pariaman saat menanyai tersangka di Polres Kota Pariaman.

Advertisements

Pariaman-PADANGTODAY.com-Masih ingatkah dengan Masaru orang Jepang yang ditangkap di Bandara Internasional Minanggkabau pada tanggal 22 November 2014 yang lalu. Kakek yang telah lanjut usia ini di jerat dengan Undang undang nomor 45 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Masaru (73) terlahir di Peking, Cina ini menuturkan kronolgis kasus tersebut ke pada www.padang-today.com, sehingga ia di tuntut dengan ancaman 16 tahun penjara. Dengan berbahasa engglish seadanya ia menjawab pertanyaan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Syusvida Lastri, yang mendampinggi Masaru sebagai pengacara dalam sidang tuntutan di Pengadilan Pariaman, ia membenarkan bahwa klainnya saat sidang tuntutan pada hari Selasa (28/5) kemaren kurang sehat. Hal ini disampaikan langsung oleh salah satu penterjemaah bahasa Masaru dihdapan Majelis Hakim.

Dalam dakwa, Masaru Kawada dengan panggilan Mark pada hari Sabtu tanggal 22 November 2014 sekitar pukul 08.15 WIB di BIM diketahui membawa Narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram. Ironisnya, ia tidak menyangka bahwa barang bawaannya itu adalah barang haram yang dilarang di Indonesia.

Dijelaskan, Masaru terdakwa sekitar tanggal (18/4/2014) dihubungi melalui telephone oleh Edward Mark (masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), meminta terdakwa untuk berangkat ke Macau dengan diberi uang sebesar US $ 500 kepada terdakwa. Kemudian pada hari Rabu tanggal (19/10/2014) terdakwa berangkat dari Nagoya menuju Macau. Kemudian setibanya di Macau pada tanggal 20 November 2014, Edward Mark (DPO) menghubungi terdakwa untuk berangkat ke Indonesia/ Padang. Sedangkan untuk akomodasi tiket keberangkatan ke Padang akan diberikan berupa uang tunai sebesar US$ 200 (dua ratus dolar amerika) melalui orang suruhan Edward Mark yang mengaku Sherly. Lalu, menjelang keberangkatan ke Indonesia, Sherly orang suruhan Edwar yang tidak ia pernah kenal sebelumnya tersebut mendatanggi Terdakwa di sebuah hotel. Sehingga terciptalah komunikasi antara terdakwa dengan sherly. Seterusnya, terdakwa meminta uang kepada sherly sebesar US$ 200 untuk dibawa ke Padang, setelah itu terdakwa melanjutkan perjalanannya menuju Padang.(eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*