Padangpanjang Lakukan Percepatan KLA

Wako Hendri Arnis.

Wako Hendri Arnis.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang melakukan percepatan menuju Kota Layak Anak (KLA) sebagai upaya perlindungan dan memenuhi hak-hak anak. Beberapa langkah percepatan tersebut, pemerintah melalui instansi terkait telah melakukan sosialissi dan pembentukan Gugus Tugas KLA.

Pada Kesempatan lain, Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis mengatakan pentingnya mewujudkan Kota Layak Anak dimulai dari rumah tangga, kemudian RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan sehingga terwujud Kota Padangpanjang sebagai Kota Layak Anak.

“Untuk Mewujudkan Padangpanjang sebagai Kota Layak Anak harus bersama-sama di mulai dari keluarga dengan tujuannya kepentingan yang terbaik bagi anak,” ujar Wako Hendri ditemui di ruangan kerjanya.

Wako Hendri juga mengatakan, Padangpanjang salah satu daerah destinasi wisata Sumbar yang bernuansa islami dan merupakan kota pendidikan. Potensi SDM generasi peserta didik di daerah berjuluk Serambi Mekkah itu sangat memerlukan adanya komitmen banyak pihak dalam pemenuhan kebutuhan serta hak anak. Baik terhadap kebutuhan dan hak akan pendidikan, juga dalam pembentukan karakter terkait penumbuhkembangkan kreativitas generasi pelajar.

Pemko Padangpanjang yang telah berkomitmen dalam menyukseskan program dan siap mengimplementasikan kebijakan tersebut sesuai dengan indikator tentang Kota Layak Anak (KLA) seperti dituangkan dalam Peraturan Menteri (Permen) Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak nomor 12 tahun 2011.

Antara lain disebutkannya, Pasal 8 dijelaskan indikator KLA untuk klaster hak sipil dan kebebasan meliputi persentase anak yang teregistrasi dan mendapatkan Kutipan Akta Kelahiran, Pasal 9 untuk klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif meliputi persentase usia perkawinan pertama di bawah 18, Pasal 10 mengatur untuk klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan yang meliputi angka kematian bayi, pasal 11 untuk klaster pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya meliputi angka partisipasi pendidikan anak usia dini, serta Pasal 12 menjelaskan indikator KLA untuk klaster perlindungan khusus.

“Pemko terhadap komitmen ini berharap terjalinnya komunikasi dan kerja sama yang terstruktur sehingga dapat bersama-sama mewujudkan Rumah Tangga, Kelurahan, Kecamatan Layak Anak dan akhirnya mempercepat Kota Padangpanjang sebagai Kota Layak Anak,” pungkas Wako Hendri.

Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Padangpanjang, Neti Herawati menyebut sudah seharusnya menyandang predikat sebagai KLA melihat potensi yang dimiliki dari berbagai sisi.

“Padangpanjang memiliki syarat untuk KLA, sehingga apa yang diamanatkan oleh pemerintah pusat terhadap anak bisa terealisasi. Namun demikian, target capaian menjadi Kota Layak Anak akan terwujud sesuai harapan tentunya butuh dukungan dan kepedulian semua pihak,” tutur Neti.

Tak menampik belum maksimalnya upaya yang telah dilakukan, namun setidaknya sampai saat ini jajarannya sudah melakukan sosialisasi dan komitmen oleh pemerintah dan masyarakat. “Karena itu sangat diharapakan, masyarakat bisa mendukung program tersebut agar apa yang menjadi hak anak dapat diwujudkan,” jawabnya. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*