Padangpanjang Siap Jadi Kota Agrowisata

Wako Padangpanjang menyaksikan panen perdana cabe SLPHT

Wako Padangpanjang menyaksikan panen perdana cabe SLPHT

Padangpanjang—Memiliki anugerah “tanah surga” yang mampu mendatangkan hasil pertanian yang bagus, Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang bertekad mewujudkan daerah berhawa sejuk ini menjadi salah satu kota agrobisnis di Sumbar.

Wali Kota Padangpanjang, Hendri Arnis menilai potensi kesuburan tanah dengan dukungan cuaca serta curah hujan yang sangat mendukung potensi pertanian, sangat berpotensi menjadi kota agrobisnis. Hal itu diungkapkan setelah menghadiri Field Day Sekolah Lapangan Pemberantasan Hama Terpadu (SLPHT) pertanian cabe di Kelurahan Gantiang, baru-baru ini.

Sekolah lapangan yang diikuti sebanya 25 petani dari Kelompok Tani Jaya Bersama sejak 5 bulan lalu, disebutkan memiliki orientasi positif terhadap pengembangan SDM petani dalam pengelolaan lahan dan tanaman. Khususnya SLPHT tanaman cabe, membuktikan pentingnya pemahaman berbagai hal menyangkut pemberdayaan tanaman cabe yang lebih berkualitas.

“Seperti diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumbar, petani jangan terjerumus pada pemikiran rekanan yang berorientasi komersil. Salah satunya dalam pola pemberantasan hama tanaman, lebih identik pada pemborosan tanpa melalui analisa dan pengamatan kondisi tanaman itu sendiri,” ujar Wako Hendri Arnis.

Ketua Kelompok Tani Jaya Bersama, SY Sutan Basa menyebut penerapan perlakuan pertanian dengan system PHT menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Tidak hanya dari sisi panen berlipat, namun juga manghasilkan efisiensi kebutuhan petani untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik. Seperti dalam penggunaan perawatan tanaman dari serangan hama, jauh lebih efisien dari perlaku petani biasa.

“Dengan perlakuan PHT, banyak mendatangkan keuntungan untuk petani. Dibandingan lahan pertanian biasa 0,2 hektar, hasil cabe pada lahan 0,1 hektar PHT mampu menghasilkan panen melebihi dua kali lipat. Sementara dalam kebutuhan seperti pengobatan tanaman dari serangan hama hanya 1 kali sebulan, jauh lebih irit dibanding perlakuan pertanian biasa yang membutuhkan penyemprotan setidaknya 4 kali dalam sebulan,” ungkap Basa.

Sementara Kadis Pertanian Kota Padangpanjang, Candra menyikapi wecana menjadikan Padangpanjang sebagai kota agrowisata, sangat berpeluang. Salah satunya lahan pertanian jeruk yang di kelola Kelompok Tani Masbuloh di kawasan Sungai Andok Kelurahan Kampung Manggis, saat ini telah menunjukkan hasil panen yang berkualitas.

“Padangpanjang memang berpotensi sebagai salah satu kota agrowisata di Sumbar. Salah potensi yang dapat kita kembangkan saat ini, pertanian jeruk di kawasan Sungai Andok yang telah menunjukkan hasil panen sangat menggiurkan. Ini akan kita lakukan pembahasan dengan Pak Walikota guna pengembangan lebih jauh,” jawab Candra. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*