Padangpanjang Telah Terapkan Disertivikasi Pangan

Anggota-Komisi-IV-DPR-RI-Hermanto-menyerahkan-bantuan-kepada-Keltan,-pada-Panen-Perdana-Padi-Salibu-di-Kelurahan-Ekor-Lubuk
Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Upaya pemerintah daerah dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, telah lama dilakukan oleh Pemko Padangpanjang. Salah satunya dengan menerapkan Disertivikasi Pangan, dengan mengurangi komsumsi beras sebagai kebutuhan utama masyarakat.

Advertisements

Wakil Wali Kota Padangpanjang Mawardi ketika Panen Perdana Padi Salibu di Kelompok Tani Simbaru Ekor Lubuk, Rabu kemarin, menyebutkan, di Padangpanjang telah lama diterapkan program yang saat ini ini disebut Disertivikasi Pangan. Dimana masyarakat telah biasa mengganti komsumsi beras dengan aneka panganan lain, seperti Jagung, Ubi dan aneka kacang-kacangan.

“Dengan keterbatasan lahan yang kita alami, kita telah bisa melakukan swasembada pangan. Tidak heran, jika Beras Gunung ini telah dikenal oleh masyarakat Sumatera Barat, bahkan masyarakat disini telah mengekspor beras ke beberapa daerah di luar Sumatera Barat,” kata Mawardi.

Disampaikan Wawako, meskipun belum didukung oleh tekhnologi pertanian yang sudah canggih seperti saat ini. Masyarakat di Padangpanjang, khususnya petani, telah mampu menyisihkan hasil pertanian mereka untuk dijual dan memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Biasanya setelah selesai panen, padi dibawa pulang dan disimpan di dalam tempat penyimpanan. Bila stok beras sudah menipis baru dikeluarkan, sehingga tidak heran jika masyarakat di sini mengalami paceklik pangan serperti yang terjadi di beberapa daerah di Pulau Jawa,” sebut Mawardi.

Sementara Angggota Komisi IV DPR-RI Hermanto yang juga hadir pada kesempatan itu menyampaikan Program Nasional Swasembada Pangan yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu harus menjadi perhatian utama dari pemerintah daerah.

“Kami dari pihak legislatif juga sangat mendukung program tersebut, apalagi itu bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Apalagi, komsumsi beras masyarakat sudah sangat tinggi, bila dibandingkan dengan produksi beras nasional,” sebut Hermanto.

Politisi dari PKS itu juga sangat mengapresiasi langkah Pemko Padangpanjang yang telah melakukan disertivikasi pangan sebelum program swasembada pangan dicanangkan. Apalagi, dari laporan Ketua Kelompok Tani Simbaru tadi, masyarakat disini sudah bisa melakukan panen dari 1 hektar lahan mencapai 12,8 ton.

“Jika dibandingkan dengan panen padi biasa, Padi Salibu ini memiliki kelebihan dengan banyaknya hasil panen dan iritnya biaya pengolahan lahan. Jika, Padi Salibu ini bisa kita terapkan bagi seluruh petani, tentunya kesejahteraan petani kita bisa terus ditingkatkan,” jelas Hermanto.

Selain melakukan ramah tamah dan tanya jawab dengan puluhan petani yang mengikuti kegiatan tersebut, Anggota Komisi IV Hermanto bersama Wawako Mawardi dan Ketua DPRD Asril Kasuma menyerahkan bantuan Pengembangan Cabe Merah sebesar Rp.112.875.000 untuk Gapoktan Batu Batirai Kampung Manggis, Bantuan Sosial sebesar Rp.45.600.000 untuk Keltan Simbaru Ekor Lubuk dan Kelompok Tani Pau Sepakat Kelurahan Ngalau yang menerima bantuan sosial Rp.110.000.000. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*