Padangpariaman Laksanakan Survey Serologi Frambusia

Sekdakab Padangpariaman Jonpriadi membuka secara resmi pertemuan Advokasi dan Sosialisasi pelaksanaan survey serologi Frambusia tahun 2017, Selasa 07-03-2017 di Aula Nan Tongga Beach Hotel Pariaman.

Padang-today.com__Padangpariaman, Sumbar ditetapkan sebagai salah satu lokasi survey Serelogi Frambusia dari 16 kabupaten lainnya di Indonesia oleh Menteri Kesehatan RI. Survei Serologi Frambusia di Kabupaten Padang Pariaman akan dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 9 sampai 15 Maret tahun 2017.

“ Padangpariaman melaksanakan survey serologi frambusi selama lima hari. Kegiatan tersebut berlokasi pada beberapa Korong yang tersebar di 10 Kecamatan dan Puskesmas yang telah ditetapkan,” ungkap Kabid P2P yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman, dr. Jasneli, MARS pada saat pertemuan Advokasi dan Sosialisasi pelaksanaan survey serologi Frambusia tahun 2017, Selasa 07-03-2017 di Aula Nan Tongga Beach Hotel Pariaman.

Menurutnya, Padangpariaman telah ditetapkan sebagai salah satu daerah untuk lokasi survey Serelogi Frambusi. Sasaran dari Survey ini adalah anak-anak berusia 1-5 tahun yang berdomisili dalam wilayah Puskesmas tersebut.

Pertemuan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Jonpriadi,SE.MM. tersebut dihadiri oleh Pimpinan OPD terkait dan Camat selaku perwakilan lintas sektor serta Kepala Puskesmas dan Tenaga Medis yang merupakan  perwakilan lintas program.

Sekda Jonpriadi mengucapkan terima kasih kepada Menteri Kesehatan karena telah menetapkan Kabupaten Padang Pariaman sebagai salah satu lokasi survey, dari 16 kabupaten lainnya di Indonesia.

“Ditunjuknya Padangpariaman salah satu daerah untuk melakukan survey serelogi frambusia di harapkan tidak ada ditemukan penyakit Frambusia di Padangpariaman, dan Pemerintah Kabuaten Padangpariaman sangat berterima kasih kepada Menteri Kesehatan RI yang telah menetapkan Padangpariaman selaku daerah survey dan Eradikasi Frambusia,” ungkapnya.

Dr. Rita Djupuri, M.Epid. sebagai narasumber dari Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen PP dan PL Kementrian Kesehatan RI menyampaikan bahwa Penyakit Farambusia ini sama halnya dengan penyakit Kusta yaitu merupakan penyakit menular yang utamanya mengenai jaringan kulit.

“Penyakit ini tidak menimbulkan kematian, namun apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan kecacatan pada penderita,” pungkasnya.

Ia menambahkan, apabila program survey dan Eradikasi Frambusia yang akan dilaksanakan selama tiga tahun ini berjalan dengan baik dan sukses hingga tidak ada lagi ditemukan penyakit Farmbusia, maka Kabupaten Padangpariaman akan memperoleh Sertifikat Bebas Frambusia dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pada kesempatan itu, dilaksanakan penandatanganan Kesepakatan dan Rencana Tindak Lanjut Upaya Pencapaian Eradikasi Prambusia Tahun 2019 oleh Perwakilan Lintas Sektor, Perwakilan Lintas Program dan Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman.

Sementara Anesa Satria SH.MM selaku perwakilan dari lintas sektor menyampaikan, sesuai tugas dan fungsinya Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Padangpariaman akan menyebarluaskan informasi ini melalui media cetak dan elektronik maupun dalam website dan media sosial yang kita miliki, terangnya.

“Sesuai dengan visi misi pemerintah kita berkewajiban, menyebarluaskan informasi baik melalui media cetak dan elektronik maupun dalam website dan media sosial agar masyarakat mengetahui kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah. kita telah membentuk PPID, ada Pengaduan Masyarakat (Pesduk),” kata Anesa Satria.

Anesa berharap masyarakat memberikan informasi dan dapat melaporkan ke Puskesmas atau pada portal pengaduan masyarakAt apabila melihat dan mengetahui ada penyakit Frambusia dilingkungannya

“Kami akan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk dapat melaporkan ke Puskesmas apabila melihat dan mengetahui ada penyakit Frambusia dilingkungannya, tentu ini tidak lepas dari kerjasama kita semua” ujarnya mengakhiri. (sg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas