Padangpariaman Penerima Dana Terbesar Pembangunan Infrastruktur

Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Prov. Sumbar Dahler dan Bupati Ali Mukhni, Kapolres Padang Pariaman AKBP Roedy Yulianto, Sik MH saat Groundbreaking Jalan Lubuk Alung-Sicincin dan Jalan Lubuk Alung–Kurai Taji di Pasar Baru Sungai Abang Lubuk Alung, Selasa (18/10).

Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Prov. Sumbar Dahler dan Bupati Ali Mukhni, Kapolres Padang Pariaman AKBP Roedy Yulianto, Sik MH saat Groundbreaking Jalan Lubuk Alung-Sicincin dan Jalan Lubuk Alung–Kurai Taji di Pasar Baru Sungai Abang Lubuk Alung, Selasa (18/10).

Advertisements

Padang-today.com__Bapak Bupati Padangpariaman cukup gigih untuk memperjuangkan proyek pembangunan di daerahanya. Untuk itu masyarakat Padangpariaman mari bergandengan tangan dengan Pemkab Padangpariaman dalam mendukung program pembangunan jalan nasional. Hal ini disampaikan Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumbar, Dahler, Selasa 18-10-2016 pada acara dimulainya Groundbreaking kegiatan WINRP IBRD Loan di Sungai Abang Lubuk Alung.

Dahler mengatakan bahwa Kabupaten Padang Pariaman sebagai daerah penerima dana pembangunan infrastruktur terbesar di wilayah Sumatera Barat, kegiatan WINRIP IBRD Loan No. 8043-ID terdiri dari dua paket pekerjaan yaitu Paket 20 Jalan Lubuk Alung-Sicincin dan Paket 21 Jalan Lubuk Alung–Kurai Taji di Pasar Baru Sungai Abang Lubuk Alung,

Acara groundbreaking, kata Dahler, digelar untuk mensyukuri atas kerja keras seluruh pihak mulai dari Pemerintah Pusat, Propinsi Sumbar dan Kabupaten Padang Pariaman.

“Khususnya Bapak Bupati Ali Mukhni yang gigih memperjuangkan kedua jalan nasional tersebut dan dukungan masyarakat serta dalam pembebasan lahan” kata Dahler.

Menurutnya, bahwa pembangunan kedua paket jalan tersebut untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Pantai Barat Sumatera. Juga untuk mengantisipasi kemacetan jalan Padang-Bukittinggi.

Terkait tanaman dan bangunan yang terkena pembangunan, Dahler menegaskan bahwa akan ada kompensasi sesuai UU nomor 2 tahun 2012 tentang penyediaan lahan dan fasilitas umum.

Ditengah acara, Dahler juga memperkenalkan seluruh yang terkait dalam proyek tersebut mulai Pelaksana, Konsultan, Kontraktor PPK. Ia mengingatkan kontraktor penyedia jasa agar bekerja dengan baik karena pengawasan sangat ketat dan berlapis dari Bank Dunia.

“Jadi yang diatas pentas adalah personil yang mengendalikan kedua proyek. Kami mohon dukungan dan partisipasi masyarakat” kata Dahler.
Bersamaan itu Dahler mengakui bahwa Bupati Ali Mukhni sangat aktif mendorong percepatan pengaspalan jalan Duku-Sicincin. Namun masih ada pembebasan lahan yang belum dibayarkan kepada masyarakat yang perlu ditindaklanjuti oleh tim pembebasan lahan.

“Namun kita sudah bisa memulai pengerjaan jalan duku-sicincin dengan dana APBN bagi tanah yang telahb dibebaskan” tambahnya.

Bupati Ali Mukhni menegaskan ingin menjadikan Padang Pariaman sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumbar. Caranya, dengan percepatan pembangunan infrastruktur disegala bidang baik jalan, bangunan, irigasi dan fasilitas umum lainnya.

“Alhamdulillah, perjuangan kita didukung oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Propinsi Sumbar” kata Bupati yang dijuluki Bupati Pembangunan itu.

Orang nomor satu di Padang Pariaman itu apresiasi masyarakat yang mendukung pembangunan sehingga tidak ada kendala dalam pembebasan lahan mengutamakan keterbukaan informasi.

“Yang penting keterbukaan. Misalnya dana pembebasan lahan ada 10 ribu rupiah per meter, jadi katakan sejujurnya kepada masyarakat dengan bermusyawarah” kata Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Tokoh masyarakat Lubuk Alung Yumardi Datuak Rangkayo Mudo mengatakan mendukung pembangunan kedua paket pekerjaan jalan tersebut.

“Atas nama masyarakat lubuk Alung, kami mendukung program pemerintah dan pembangunan kedua paket pekerjaan jalan ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat” kata Yumardi.

Diketahui Peningkatan Jalan Lubuk Alung-Sicincin dimulai dari tugu ikan lubuk alung hingga tugu di pasar sicincin dengan panjang 16 kilometer dan lebar 14 meter. Biaya diperkirakan mencapai 131 Milyar dengan kontrak sistim multiyears yang berakhir pada 31 Desember 2017.

Sedangkan Jalan Lubuk Alung-Kurai Taji dimulai dari Simpang tugu ikan lubuk alung hingga jembatan kurai taji dengan panjang 14 kilometer dan lebar 14 meter dengan perkiraan biaya mencapai 126 Milyar kontraknya juga dengan sistim multiyears yang berakhir pada 31 Desember 2017.(suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*