Paket Wisata PDIKM, Sajikan Paket Makan Bajamba

Suasana Makan Bajamba.

Suasana Makan Bajamba.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Singgah di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) menikmati deretan sekelumit tentang kebudayaan Minangkabau sudah bukan rahasia lagi. Apa hal baru yang bisa ditemui pada objek wisata tersebut?

Sesuai namanya sebagai pusat dokumentasi, di PDIKM bisa ditemukan bermacam koleksi dan literature tentang budaya Minangkabau dalam berbagai format. Bagi pecinta wisata yang tertarik mendalami budaya Negeri Andalas, selama ini dapat membolak-balik banyak naskah usang sebelum perang dunia I dan II. Namun terobosan dengan sensasi baru, dapat dirasakan pengunjung yang ingin lebih dalam mengetahui serta merasakan roh kebudayaan Minangkabau.

Wisatawan yang selama ini terkesan transit dalam perjalanan paket wisata, singgah di kota berjuluk Serambi Mekkah itu untuk melihat dan berfoto-foto berlatarbelakang indentitas budaya Minangkabau. Saat ini pengunjung PDIKM disambut “red karpet” sembari menikmati sensai budaya secara materil dan inmateril, yang baru dijalankan sejak dua bulan belakangan.

“PDIKM begitu berbeda dang memberikan suasana yang berkesan bagi kami. Kami betul-betul merasakan seperti terlahir di zaman nenek moyang saat tersentuh nilai-nilai kebudayaan yang disajikan pengelolaa,” ungkap Rosman Abdullah, 47, asal Malaysia yang berkunjung baru-baru ini ke PDIK bersama sejumlah anggota keluarganya.

Rosman begitu menikmati suasana alunan musik talempong yang dimainkan anak kemanakannya seusia sekolah dasar di bawah panduan instruktur di rumah Laga Laga itu. Sensasi seperti hidup di zaman lalu, diakuinya sangat terasa tatkala prosesi makan bajamba diwarnai acara pasambahan yang dilakukan operator wisata adat di lokasi setempat.

Persembahan budaya Minangkabau dalam bentuk materil dan inmateril tersebut, diakuinya telah memberikan pengetahuan filosofi adat dalam bentuk sastra Minang. Selain itu, saat ini perantau Malaysia berdarah asli Minang begitu menikmati berada di kampung halaman ketika diberikan kesempatan merasakan kuliner yang diracik secara tradisional seperti rending, pangek padeh dan lainnya.

“Saya betul-betul merasakan sebagai orang Minangkabau saat menikmati menu makanan tradisional. Meski masakan yang sama bisa ditemukan di sejumlah restoran, namun karena racikan secara tradisional memberikan sensasi berbeda. Di tambah pula suasana makan bajamba dan berkesempatan memainkan musik kebudayaan Minang,” ujar Rohman dalam logat Melayu.

Kabid Pariwisata Dinas Porbudpar Padangpanjang, Medi Rosdian mengaku pihaknya memang telah membuka ruang wisata baru di PDIKM. jika biasanya pengunjung hanya singgah, melihat-lihat dan berfoto, kali ini dibawa lebih jauh untuk menikmati suasana kebudayaan Minangkabau dengan memperkenalkan berbagai tradisi.

“Tidak hanya kita perkenalkan saja, namun pengunjung yang mayoritas adalah perantau berdarah Minang di Malaysia akan merasakan secara lahir dan batin tentang banyak kebudayaan Minang yang ada. Di antaranya yang kami lakukan, menjalin kerja sama dengan biro perjalanan wisata menawarkan paket wisata budaya sampai pada proses makan bajamba, makan baradaik dan berkaian ala kampung Minangkabau. Selain disambut kesenian tradisional, mereka juga kita berikan kesempatan memainkan alat musik tersebut semacam pembelajaran oleh instruktur yang disediakan,” jawab Medi. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*