Panggung Publik Sumatera IV Dibuka

sermoni pembukaan panggung publik

sermoni pembukaan panggung publik

Advertisements

PADANGTODAY.COM — Upaya menujukkan jati diri daerah sebagai salah satu kota destinasi wisata di Sumatera Barat (Sumbar), Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang kembali menggelar pentas kesenian akbar Panggung Pulik Sumatera IV di halaman Dinas Pemuda Olahraga dan Kepariwisataan (Disporbudpar) setempat, Kamis (28/5) kemarin siang.
Pelaksana Tugas (PlT) Kepala Dinas Porbudpar Padangpanjang, Maiharman menyampaikan kegiatan yang telah berlangsung untuk ke sekian kali itu sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah terhadap pengembangan wisata. Berada sebagai daerah strategis di Sumbar, Padangpanjang dinilai berpotensi menjadikan kegiatan itu sebagai iven bergengsi karena didukung terjaganya intensitas kegiatan seni budaya.

“Padangpanjang sebagai daerah wisata di Sumbar, sangat berpotensi terus melakukan pengembangan wisata. Salah satunya di bidang kesenian, melalui panggung publik ini membuka ruang bagi peningkatan kreativitas seni masyarakat dan putra daerah,” ungkap Maiharman selaku Ketua Panitia Panggung Publik Sumatera.
Hal senada juga disampaikan Asisten II Bidang Perekonmian dan Pembangunan, Defrial menyebut kegiatan tersebut terhadap tantangan ke depan dapat menjadi lebih baik mengingat Padangpanjang yang terletak sebagai daerah strategis. Digelarnya Panggung Publik, diharapkannya juga merupakan salah satu inovasi yang dilakukan untuk menjadi daya tarik wisatawan ke daerah berjuluk Serambi Mekkah itu.

“Terobosan baru di dunia kepariwisataan Kota Padangpanjang menjadi suatu keharusan dan sebagai tantangan yang harus dijawab dalam bentuk aksi nyata. Tidak hanya berupa pengembangan objek wisata baru, namun melalui berbagai kegiatan kesenian juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar untuk data ke kota ini,” tutur Defrial.
Sementar Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis saat berada di Minahasa menyampaikan harapannya agar pariwisata daerah berhawa sejuk itu dapat terus tumbuhkembang lebih baik lagi. Namun demikian disampaikannya, meski tertuntut tantangan pengembangan pariwisata, setiap pihak berkompenten di bidang masing-masing agar tidak lari dari koridor konsep nuansa religi.

“Pengembangan pariwisata dan pelestarian kesenian tradisi dan budaya, akan lebih baik jika tidak mengabaikan konsep-konspe religi. Salah satunya mungkin melalui kegiatan remaja berprestasi, Uda Uni Padangpanjang diberikan pembekalan tentang seni tradisi, budaya dan pariwisata yang bernuansa Islami. Terkait panggung publik,dipersembahkan demi masyarakat Padangpanjang untuk bisa menikmati hiburan dan mengenal seni tradisi,” jawab Wako Hendri melalui selulernya.
(nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*