Panitia Khusus Tentang Gambir Hadirkan PT SRI, PT SRI Telah Penuhi 3 dari 4 Tuntutan

Panitia Khusus Tentang Gambir Hadirkan PT SRI, PT SRI Telah Penuhi 3 dari 4 Tuntutan

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Ada empat tuntutan pokok antara masyarakat Jorong Banja Ronah, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru dengan PT Sumatera Resources Internasional (PT SRI). Satu, naikkan harga daun gambir, lalu tuntutan kedua jadikan masyarakat Jorong Banja Ronah sebagai Humas dari PT SRI. Ketiga, terima tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Tuntutan terakhir, perlindungan tenaga kerja. Tiga diantara tuntutan ini telah dipenuhi, kecuali, menaikkan harga beli daun gambir yang harus mengikuti fluktuasi harga pasar dunia.

Hal ini terungkap pada pertemuan antara Pansus Gambir DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dalam pertemuan bersama PT SRI, Selasa (17/12/2019). Pertemuan dilaksanakan di ruang rapat Komisi I DPRD Limapuluh Kota.

Pertemuan yang dipimpim oleh Ketua Pansus Gambir Marsanova Andesra. Hadir pula dalam pertemuan itu, Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra, Ketua dan Anggota Pansus Gambir dari PT SRI Ramsingh Rathore (Direktor Manager), Sudarshan Das Vaishnaw (Quaity Control Manager), Fefi Amelia (Konsultan), Indah Mutiara (staf) dan dari masyarakat Diswanto (Mantan Walinagari), Bachtiar J (Humas PT SRI ), Agus Dafli (Ketua SPSI) dan beberapa tokoh masyarakat dari Jorong Banja Ronah.

Konsultan Lingkungan Fefi Amelia ditunjuk sebagai juru bicara dari PT SRI. Tanggapan agar PT SRI  untuk dapat menaikan harga daun gambir sesuai dengan perjanjian supaya bisa membeli Rp.5.000 sd Rp.8.000 per kg, dijawab oleh Ramsingh Rathore (Direktor Manager).

“Pabrik Pengolahan daun gambir telah berdiri sejak pertengahan tahun 2016 sementara saya menjadi maneger di Perusahaan ini pada akhir tahun 2016. Terhadap adanya perjanjian sebelumnya PT SRI  sanggup membeli daun gambir Rp.8.000.sd Rp.10.000,- setelah saya tanyakan kepada induk perusahaan tidak ada perjanjian yang ada hanya pembicaraan dimana PT SRI  sangup membeli dengan rendemen daun gambir 6 % sesuai dengan harga pasar pada waktu itu Rp.80.000,- bahkan pernah naik menjadi Rp.100.000,- sehingga perusahaan mampu membeli Rp,8.000,- per kg daun basah gambir. Dan sesuai dengan harga pasar dunia sekarang perusahaan hanya sanggup untuk membeli dengan harga Rp.1.500 kg,” ungkap Ramsingh Rathore panjang lebar.

Ditambahkannya untuk beroperasinya sebuah pabrik harus tersedia 25 ton daun basah gambir setiap harinya. Baru akan tertutup biaya operasional dan perubahan mempunyai keuntungan. Sementara dari petani sekitar Banjar Ronah hanya mampu memasok daun gambir sekitar 2-2,5 ton perhari.

Inipun telah melibatkan petani sekitar 50 orang. Untuk mencukupi kebutuhan bahan baku sekitar 20 ton lebih terpaksa PT SRI menerima daun gambir dari petani sekitar Kecamatan Pangkalan Koto Baru dan Kapur IX.

“Sebab itu, pihak perusahaan saat ini belum bisa menaikan pembelian harga daun gambir karena kita mengikuti harga pasar dunia yang berfluktuasi,“ tutur Ramsingh Rathore.

Sementara Diswanto (Mantan Wali Nagari Pangkalan) menjelaskan tidak ada niat darinya sebagai Wali Nagari Pangkalan waktu itu untuk mencari atau mendapat keuntungan secara pribadi atas berdirinya PT SRI  di jorong Banja Ronah. Karena sampai saat ini dia tidak bekerja di PT SRI  tetapi di PT Abusindo sebagai kontraktor.

“Apabila ada isu miring lainnya terhadap saya hanya itu fitnah semata yang bisa dipertangungjawabkan dunia akhirat. Terhadap surat dukungan pendirian PT SRI  secara administras memang saya berikan pada tanggal 20 Juni 2016 dengan tujuan bagaimana masyarakat Nagari Pangkalan dan sekitarnya dapat mengolah gambirnya secara profesional,” ungkap Diswanto.

Terhadap pengaruh dampak ekonomi dan sosialnya keberadaan PT SRI  diungkapkan oleh Diswanto bahwa secara ekonomi sangat membantu keberadaan PT SRI  di tengah-tengah masyarakat jorong Banja Ronah. Perputaran uang berjalan dengan lancar dengan dibuktikan warung-warung ramai masyarakat dulunya bekerja dengan tenang

Tetapi, setelah timbulnya gejolak dan perusahaan sempat tutup selama empat bulan apa yang terjadi, masyarakat yang selama ini hidup tergantung dengan hasil Gambir mulai resah mencari pekerjaan lain.

Sepengetahuannya, secara sosial selama PT SRI beroperasi telah memenuhi kewajibannya sebagai pelaku usaha yaitu memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat Jorong Banja Ranah berupa kontribusi sebesar Rp.12.000.000,- per bulan yang sampai saat ini belum jelas pertangungjawabannya untuk apa dipergunakan uang ini.

Terkait dengan pengaduan pengolahan limbah pabrik tidak terkelola dengan baik, ampas daun di buang sembarangan, sedangkan limbah daun lansung mengalir ke sungai, dimana sungai masih di mamfaatkan warga sebagai tempat mandi dan mencuci.

Hal ini telah dijawab oleh Fefi Amelia sebagai Konsultan Lingkungan dari PT SRI , bahwa untuk penanganan limbah pabrik sudah dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standarisasi dikerjakan oleh jasa konsultan.

“IPAL baru selesai sepekan, masyarakat telah melakukan demo dan perusahaan di tutup selama empat bulan. Sekarang persoalan limbah tetap diteliti dan dilakukan pengkajian terhadap baku mutu karena standar baku mutu untuk limbah gambir belum ada. Namun PT SRI  akan tetap melakukan penangananan limbah pabrik agar tidak mencemari lingkungan,“ timpal Fefi Amelia.

Di akhir pertemuan Ketua Pansus Gambir Marsanova Andesra mengharapkan kepada PT SRI untuk bertindak profesional. Yaitu dengan tidak mencari keuntungan semata secara ekonomi tetapi tetap mengkedepankan unsur sosialnya.

Untuk mensejahterakan masyarakat dengan melakukan kajian untuk dapat menaikankan harga pembelian daun gambir, dengan memperhatikan zonisasi.

“Kami selaku Panitia Khusus masalah Gambir Limapuluh Kota mengharapkan kepada PT SRI  untuk dapat mengkaji dan mendiskusikan bersama perusahaannya. Untuk dapat menaikkan harga pembelian daun gambir, jika perlu dibuatkan perlindungan harganya dengan menetapkan harga terbawah,” ujar Marsanova Andesra.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*