Panwaslu: Pilkada Di Pariaman Jangan Dirusak dengan Politik Uang dan Politisasi SARA

About The Author

Padag-today- com – Pilkada tahun 2018 di Pariaman harus bebas dari politik uang dan politisasi SARA.

Advertisements

     “Jangan ada politik uang dan politisasi SARA di Pariaman baik dilakukan paslon maupun tim sukses,”kata Ketua Panwaslu Pariaman, El Mudi di Pariaman.

Ia menjelaskan,komitmen seluruh paslon bertarung di Pilkada,serta parpol pendukung kunci bersama menciptakan bebas dari politik uang dan politisasi SARA.

“Politik uang dapat menggangu kualitas demokrasi Pilkada yang bersih dan damai di Pariaman,”ungkapnya.

Panwaslu memiliki integritasi dalam pelaksanaan Pilkada bersih dan damai dari politik uang dan politisasi SARA. “Politik yang merupakan benalu reformasi birokrasi sedangkan politisasi SARA racun demokrasi jika kedua digabung maka dapat mematikan hak-hak sipil dan membunuh kedaulatan rakyat

“Sebagai penyelenggara pemilu, berkomitmen dan bertanggung jawab memastikan integritas pelaksanaan pilkada,”tegas El Mudi.

Sementara itu Kordiv pencegahan Bawaslu Sumbar Vifner menyatakan deklarasi tolak politik yang dan politisasi SARA serentak di seluruh Indonesia melaksanakan Pilkada 2018 termasuk empat kota di Sumbar.

Dilakukan didaerah yang ada Pilkadanya oleh Panwaslunya masing-masing dan dilaksanakan tgl 14 Februari 2018.

“Jadi dilakukan oleh Panwaslu Kota Padang di Padang,  Panwaslu Kota Pariaman di Pariaman, Panwaslu Kota Padang Panjang di Padang Panjang dan Panwaslu Kota Sawahlunto di Sawahlunto,”katanya.

Ia menjelaskan,komitmen bersama ini menjadi kunci bagi kita semua untuk secara bersama-sama menciptakan setiap tahapan pilkada 2018 bebas dari pengaruh politik transaksional dan penggunaan SARA dalam kampanye.

Politik uang dan politisasi SARA merupakan hambatan dalam mewujudkan pilkada berkualitas.

Semua lapisan masyarakat,paslon,serta parpol perang lawab politik uang, praktik politik uang menciptakan potensi tindakan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Politisasi SARA berpotensi mengganggu persaudaraan dalam negara kesatuan Indonesia,”tegas Vifner.

Sementara itu Kepala Kesbang Pol Pariaman Eferizal menyatakan,selama pelaksaan Pilkada,pileg dan Pilres di Pariaman berjalan aman dan damai.

“Masyarakat Pariaman diminta menciptkan pilkada dunsanak,sehingga akhir pelaksaan pilkada yakni ketika pencoblosan pada Juni 2018,berjalan aman dan damai,”katanya.

Tiga paslon bertarung merupakan orang pilihan dan bagus secara intelektual. “Dari tiga pasang ini tentunya mencari terbaik untuk menjadi pemimpin Pariaman kedepan,”imbuh Eferizal.(der)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*