Pariwisata dengan SDM Profesional

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga bersama Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata Padang Pariaman.

Advertisements

 

Padang-today.com__Peningkatan kemampuan sumber daya manusia menjadi persoalan penting menyangkut pengelolaan segala bidang. Apalagi pengelolaan di objek wisata adventure. Hal tersebut disadari betul Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga bersama Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata Padang Pariaman.

Hal tersebut dibuktikan sering melaksanakan kegiatan bersama dalam bentuk peningkatan skill atau managemen pengelolaan, Di Pantai Kataping, Batang Anai, Padang Pariaman, Sumbar beberapa hari lalu. Dan kali ini, Disparpora Padang Pariaman memfasilitasi pokdarwis mendapat pelatihan Safety Cultur atau budaya keselamatan. Mereka juga mendapatkan Hammock atau Buaian tempat tidur gantungan, sebagai tambahan sarana wisata nantinya.

Kepala Disparpora Padang Pariaman, John Kenedy melalui Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, Wiwik Herawati menyebutkan, kegiatan bertujuan meningkatkan profesional SDM pariwisata pada Pokdarwis. Sehingga Konsep Sapta Pesona yang dibumingkan Kementerian Pariwisata dapat terealisasi. “Pelatihan diikuti 25 orang pokdarwis dari Tiram, Mountain View Bukik Siriah Lambeh, Katapiang, Nyarai dan Gasan. Menerapkan 3T yakni To See, To Do serta To Buy (Melihat, Melakukan Sesuatu dan Membeli),” tutur Wiwik.

Jadi, wisatawan tidak hanya melihat, tapi juga dapat melakukan aktivitas. Kemudian wisatawan dapat memenuhi kebutuhan dilokasi (jual beli), sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. “Pokdarwis adalah ujung tombak majunya pariwisata. Untuk itu mereka harus dibekali segala kemampuan, agar sapta pesona dapat terwujudkan di setiap objek wisata,” lanjutnya.

Hendri Mahyuddin Pancu, Instruktur dari Pancu Adventure Tim menjelaskan pelatihan sesuai Peraturan Kementerian nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan. “Setiap pelaku harus mampu melaksanakan wisata dengan aman, nyaman dan tertip. Sehingga meminimalisir resiko atau bahaya yang dimungkinkan terjadi. Dan konsep pola pikir itu harus selalu ada. Apalagi mereka melakukan wisata adventure uji adrenalin nantinya,” Tutup Hendri Pancu. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*