Payakumbuh Dapat Eskavator, Dirjen PSDA Kemenpupera Tinjau Pembangunan Jalan Inspeksi Batang Agam

ESKAVATOR

ESKAVATOR

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Direktur Jendral Sumber Daya Air Kementerian PU Perumahan Rakyat (Kemenpupera) RI, Mudjiadi, dipastikan berkunjung ke Payakumbuh, dalam rangka menyerahkan bantuan satu unit alat berat eskavator, dan memastikan pembangunan jalan inspeksi pada kedua sisi Sungai Batang Agam. Pihak Kemenpura sudah mengalokasikan dana Rp60 Miliyar untuk pembangunan jalan dimaksud.

Penyerahan eskavator buat Payakumbuh itu, merupakan reward pemerintah pusat buat pemko, atas prestasi dalam Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Ke-PU-an  (PKPD-PU) sub bidang Pengairan. Kota ini tiga tahun berturut merebut gelar juara sejak 2012 lalu. Rencananya, Kamis (18/2) pagi, Dirjen Mudjadi akan menyerahkan langsung eskavator itu kepada Walikota Riza Falepi, dalam acara di halaman Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh.

Usai penyerahan eskavator,  Dirjen Mudjadi akan berdialog dengan walikota dan Kadis PU Payakumbuh Marta Minanda dan Kabid Pengairan  Muslim, seputar rencana pembangunan jalan inspeksi dan normalisasi sungai Batang Agam. Kemenpupera berkeinginan  melakukan Penataan Kawasan Sungai Batang Agam dan Penyediaan Air Baku di kota ini, untuk beberapa tahun ke depan.  Tepian Sungai Batang Agam, akan menjadi magnit untuk  pertumbuhan ekonomi  baru.

Keterangan Kadis PU Marta Minanda, Dirjen Sumber Daya Air Mudjadi, hanya 4 jam di Payakumbuh. Dalam waktu sesingkat itu, Dirjen Mudjadi akan dibawa ke lapangan melihat kondisi sungai yang melewati Payakumbuh, seperti Sungai Batang Agam, Sungai Batang Lamposi, Batang Pulau dan  Batang Sinamar, dalam rangka penanganan banjir di Payakumbuh.

Dikatakan, pembangunan normalisasi dua sungai, seperti Batang Lamposi dan Batang Pulau,  telah membawa berkah, dengan tak terjadinya banjir di kawasan Latina. Hanya saja, banjir masih mengancam Kelurahan  Tanjung Anau, Payakumbuh Utara, Kelurahan Kotopanjang dan Kotobaru Payobasung, Payakumbuh Timur, disebabkan elepasi Sungai Batang Sinamar di kawasan itu lebih tinggi dari Sungai Batang Lampasi dan Batang Agam yang bermuara dengan Batang Sinamar.

Untuk menyelamatkan Payakumbuh dari banjir, ungkap Marta,  perlu dilakukan koordinasi dengan Balai Sungai Wilayah V Sumatera dan Ditjen SDA Kemenpupera. Kemudian, rencana pembangunan bendungan untuk pembangkit listrik di Halaban, Limapuluh Kota, yang sumber airnya dari Batang Sinamar ini, perlu dilakukan kajian amdal secara komperehensif oleh provinsi.

“Kita khawatir, dengan pembangunan bendungan di Halaban, air Batang Sinamar akan bertambah tertahan di daerah utara dan timur Payakumbuh, dan kemungkinan kota ini akan tenggelam, bila hujan deras yang berkepanjangan,” katanya.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*