Pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Tetap Jalan

Menkominfo Rudiantara menghadiri syukuran percepatan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda serta sejumlah proyek pembangunan di Kaltim.

Menkominfo Rudiantara menghadiri syukuran percepatan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda serta sejumlah proyek pembangunan di Kaltim.

Advertisements

PADANGTODAY.COM-Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan pembangunan jalan tol yang menghubungkan Balikpapan ke Samarinda tetap berjalan. Kini, pembangunan memasuki rencana lelang yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Pemerintah menyebutnya sebagai free way untuk tol ini nanti. Keseluruhan panjang tol 99,02 kilometer dari Balikpapan hingga Jembatan Mahkota II di Samarinda mulai dikerjakan sejak 2011.

“Kita memasuki paket 2, 3 dan 4, yang dilelang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak seusai peresmian sejumlah proyek di Kaltim seperti pembangkit tenaga listrik dan rumah sakit tipe pratama, Rabu (20/5/2015).

Tol dibangun dengan lima paket, yakni paket 1 sepanjang 25 km dari kilometer 13 Balikpapan ke Samboja; paket 2 sepanjang 23,3 km dari Samboja ke Palaran I; paket 3 sepanjang 21,9 km dari Samboja ke Palaran 2 lalu; paket 4 dari Palaran ke Jembatan Mahkota II di Samarinda. Sedangkan paket 5 dari Kelurahan Sepinggan di Balikpapan ke km 13. Keseluruhan pembangunannya diperkirakan mencapai Rp 9,5 triliun.

Skema pembangunannya sendiri, kata Awang, adalah paket 1 dan 5 digarap dengan kucuran dana pemerintah. Tiga paket lain dikerjakan pihak swasta melalui lelang yang ditargetkan berlangsung pada 2015 ini.

“Kita dapat dukungan Kabinet Indonesia Bersatu dan Kabinet Kerja, ada keputusan Menteri PU di 2010 hingga DPRD Kaltim di 2014, untuk pembiayaan paket 1 dan 5 melalui APBD dan APBN,” kata Awang.

“Biayanya sekitar Rp 80-90 miliar per kilometer,” timpal kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hermanto Dardak yang juga hadir di acara itu.

Sekadar mengingatkan, pembangunan jalan tol merupakan bagian dari rencana besar pemprov menghubungkan kawasan-kawasan industri di Kaltim, mulai dari Penajam Pasir Utara, Bontang, hingga Kutai Timur. Tol juga menjadi jalan keluar pemerintah menghubungkan tiga kawasan industri itu. Pembangunan tol, khususnya Balikpapan-Samarinda, tidaklah mulus. Sempat tertunda lantaran persoalan pembebasan lahan, pemerintah kini mengklaim telah menyelesaikan permasalahan itu.

“Sudah disampaikan tadi pembebasan lahan sudah selesai sekitar 80 persen,” kata Hermanto.

(dj/uil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*