Pembuktian Wako Hendri Arnis, Percepatan Kota Sehat dan Berbudaya

Wako Hendri ArnisPADANGPANJANG,PADANGTODAY.COM- Berbekal dukungan dari seluruh elemen masyarakat, perjalanan Hendri Arnis sebagai Wali Kota Padangpanjang bisa dibilang tidak gampang. Tugas berat telah menghadang mantan Wakil Bupati Tanahdatar itu di awal masa kepemimpinannya, dimana dia harus bekerja keras dengan seluruh komponen yang ada untuk membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (ABPD-P) tahun 2013 dan penetapan KUA-PPAS serta penyusunan APBD Tahun 2015.

Advertisements

“Kenangan pertama saya sebagai wali kota, ketika harus berhadapan dengan jadwal penyusunan dan penetapan anggaran perubahan, karena waktunya telah begitu mepet.  Sehingga, dalam penyusunan APBD Perubahan, kita hanya mengikuti aturan formalitas dan Renstra yang telah ada, belum ada satupun program yang kita janjikan kepada masyarakat bisa direalisasikan dan dalam penganggaran APBD,” sebut Hendri Arnis.

Terkatung-katungnya sejumlah program pembangunan dan tidak bisa direalisasikannya berbagai program pembangunan, membuat Hendri Arnis bersama Mawardi  harus mencari solusi dengan penempatan sejumlah kepala SKPD dan menyusun kembali  rancangan struktur pemerintahan yang dinamis.

“Sebenarnya, cukup banyak program di APBD 2014 yang mendesak untuk dilaksanakan, seperti pembangunan Pasar Padangpanjang sebagai upaya pemulihan perekonomian masyarakat, pembangunan Islamic Center sebagai pusat pengkajian agama dan kebudayaan Islam, pembangunan Rusunawa untuk mengatasi keterbatasan lahan dan relokasi pemukiman penduduk yang berada di zona merah serta pembangunan GOR Banca Laweh sebagai pusat kegiatan olahraga masyarakat. Tetapi, itu baru bisa kita realisasikan di Anggaran Perubahan tahun 2015 melalui penganggaran tahun jamak dan diharapkan tuntas pada tahun 2017,” jelas suami dari Ny.Maria Veronika itu.

Wali Kota muda itu juga berharap, dengan dua tahun kepemimpinannya sebagai Wali Kota Padangpanjang bersama Wakil Wali Kota Mawardi, bisa merealisasikan Kota Padangpanjang yang Sehat dan Berbudaya dalam artian yang sesungguhnya.

Sehat dalam artian sesungguhnya yakni sehat perekonomiannya, masyarakatnya, lingkungannya, pendidikannya dan sehat pemerintahannya. Jika semua sudah sehat, berbagai program yang dirancang akan mudah terlaksana dan peningkatan kesejahteraan masyarakat bukan lagi sekedar impian.

Terciptanya kota yang sehat dengan terealisasinya percepatan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat banyak, diharapkan secara beriringan melahirkan budaya yang baik bagi semua pihak. Terwujudnya kota yang representatif, terutama kawasan pasar akan mencerminkan daerah yang menjunjung tinggi budaya tertib karena akan memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjung yang datang. Demikian sebaliknya, terciptanya sebagai daerah yang berbudaya secara langsung menjadi ikon utama sebagai kota yang sehat pula.

Salah satu penerapan kota berbudaya, Wako Hendri Arnis juga telah menjelmakan Padangpanjang sebagai kota yang sehat secara total dengan artian sehat jasmani, rohani dan sosial.

Selangkah demi selangkah Padangpanjang sudah menempuh ke arah itu. Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kini disebut ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kota Padangpanjang sudah menerapkan setoran via rekening terhadap gaji dan tunjangan daerah serta segala macam honorarium.

Hendri menyebutkan, sudah  dimulai juga di Padangpanjang untuk  semua ASN berpikiran sehat. Tidak ada lagi istilah macam-macam untuk mencari keuntungan sendiri, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kepada masyarakat juga diminta tidak memberikan uang lebih kepada aparat dalam mengurus sesuatu keperluan. Cukup memberikan uang sesuai ketentuan yang telah ditetapkan saja,” tegasnya.

Berbicara pascadua tahun memimpin Padangpanjang, Walikota termuda yang saat ini dipercaya sebagai pimpinan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumbar itu, saat ini tengah fokus terhadap tiga proyek multiyears menggunakan anggaran tahun jaman 2016-2017. Masing-masing pembangunan Pasar Padangpanjang, Rusunawa dan Islamic Centre.

Ke tiga program tersebut diaktakan merupakan program priortas yang harus dituntaskan hingga di akhir tahun 2017 mendatang. Pembangunan Pasar Padangpanjang, Islamic Centre dan Rusunawa tersebut dikatakannya termasuk pada orientasi menuju kota yang sehat dan berbudaya.

Pembangunan Pasar Padangpanjang yang belum terwujud sejak beberapa dekade kepemimpinan kepala daerah berhawa sejuk itu, diharapkan menjadi gerbang pemulihan ekonomi masyarakat sehingga berujung pada kesejahteraan penduduk dalam memenuhi kebutuhan hidup setiap keluarga.

Kemudian dibangunkannya rusunawa yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu di daerah berjuluk Serambi Mekkah itu, sebagai bentuk langkah cepat pemulihan catatan angka kemiskinan. Memiliki pusat perekonomian yang baik dengan telah dibangunnya pasar, masyarakat yang biasanya berdomisili di titik pemukiman yang tidak tersentuh bantuan bisa lebih berpeluang meningkatkan ekonomi keluarga.

“Hidup sehat, ekonomi sehat dan lingkungan pemukiman yang sehat, tentu menjadi fakto utama suatu kota yang sehat lahiriah secara umum. Kemudian keberadaan pusat kajian Islam, akan menjadi pondasi kuat bagi kesehatan batiniah masyarakat yang hidup di kota berjuluk Serambi Mekkah ini,” terangnya.

Satu hal lainnya, saat ini Pemko sangat mengapresiasi atas dukungan lembaga vertikal dan unsur Muspida dalam mendukung percepatan pergerakan program serta kebijakan pemerintah dalam membangun Padangpanjang yang sehat dan berbudaya.

Dua harapan besar yang masih menjadi target ke depan, yakni penuntasan kawasan industri dan pertambangan kapur serta maksimalisasi potensi pertanian. Khusunya di bidang pertanian, Padangpanjang sudah mampu bahkan melebihi kebutuhan untuk swasembada lokal.

“Harapan kami melalui intansi terkait bersama kelompok-kelompok tani untuk menuju swasembada sampai pada tingkat kemampuan ekspor. Guna mencapai ini, harus melalui sisster country dengan jaminan produk pertanian yang layak ekspor,” tuturnya.

Walikota termuda yang energik itu juga mengatakan, semua capaian pembangunan dan program pemerintahan tersebut tidak terlepas dari peran semua pihak. “Harapan kita bersama untuk kepentingan bersama pula, tiga program pembangunan diharapkan dapat berjalan sesuai rencana di awal 2016 mendatang,” pungkas Wako Hendri Arnis. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*