Pemerintah Dihadapkan Pada Pekerjaan Rumah Besar

ilustrasi minyak

ilustrasi minyak

Advertisements

PADANGTODAY.COM– Pemerintah dihadapkan pada pekerjaan rumah besar, mengurangi tingkat ketergantungan Indonesia akan minyak impor. Penggunaan biodisel yakni campuran minyak sawit dan solar diyakini sebagai cara ampuh.

Karena itu pemerintah berambisi mengembangkan industri sawit atau crude palm oil (CPO). Persoalannya, saat ini harga CPO dunia tengah anjlok. Sehingga perlu dana kelolaan untuk menunjang industri ini. Pemerintah pun menggodok pembentukan badan layanan umum (BLU) kelapa sawit. Nantinya, badan yang akan berada di bawah Kementerian Keuangan ini bakal mengelola dana patungan dari industri sawit atau CPO fund.

CPO fund merupakan dana yang dikumpulkan untuk menutupi biaya pengolahan biodiesel dalam program pencampuran 15 persen bahan bakar nabati (BBN) ke dalam solar, yang diberlakukan pada 1 April lalu.

Nilai pungutannya mencapai USD 50 per ton untuk ekspor minyak sawit mentah dan USD 30 per ton untuk produk turunannya. Angka patokan tersebut berlaku sebagai pengganti bea keluar, saat harga minyak sawit berada di bawah USD 750 per ton.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil yakin pembentukan BLU bisa menekan importasi minyak.

“Ini dalam rangka kita mengurangi impor, current account defisit, kalau semakin banyak juta dolar ton kita bakar biodiesel semakin kurang kita impor solar,” ungkap Sofyan kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (14/4).

Sofyan menuturkan, BLU ini juga sebagai penyeimbang agar harga CPO tidak terus jatuh seperti komoditas lainnya. Dana yang berasal dari pungutan akan dikelola untuk menyeimbangkan harga.

“Kita menjaga stabilitas harga, itu prinsip. Kita juga akan kenakan bea keluar untuk produk minyak sawit mentah atau CPO sebesar USD 50 per ton, kemudian kepada produk turunannya USD 30 per ton,” paparnya.

Jika tidak mengikuti aturan ini pemerintah bakal menjatuhkan sanksi tegas berupa denda. “Kemudian dilarang ekspor, dicabut izin ekspornya,” tambahnya.

“Kemudian kita juga ingin komitmen kita diversifikasi energi dengan bgitu makin banyak biodiesel kita pakai makin bagus untuk lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menambahkan pihaknya tengah menyelesaikan beberapa draft yang diperlukan untuk pembentukan BLU ini.

“Masih diselesaikan tapi sore ini sebelum saya berangkat, saya paraf, saya usahakan,” singkatnya.

(noe/uil)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*