Pemkab Lima Puluh Kota Menerima Kunjungan visitasi dan verifikasi Tim Penilai Peduli Wisata Award 2020

Post Title

Lima Puluh Kota, Diskominfo –Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menerima kunjungan visitasi dan verifikasi Tim Penilai Peduli Wisata Award 2020 langsung di kediaman Bupati Lima Puluh Kota, Kamis (10/09/2020).

Advertisements

Tim penilai disambut langsung oleh Bupati Lima Puluh Kota Ir. H. Irfendi Arbi, MP bersama Wakil Ketua DPRD Wendi Candra dan beberapa Kepala Perangkat Daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Irfendi Arbi menyampaikan bahwa Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki potensi wisata geopark Lembah Harau yang luar biasa serta wisata buatan yang menjadi ikon konstruksi Indonesia, yaitu jembatan fly over kelok sembilan serta objek-objek wisata menakjubkan lainnya. Diharapkan tim penilai peduli wisata award 2020 dapat berkunjung ke berbagai objek wisata yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota dan memberikan sumbangsih kritikan dan saran agar pengelolaan objek wisata ini dapat lebih baik lagi dimasa mendatang. 

Tim penilai peduli wisata award 2020 akan menilai sembilan nominasi dari beberapa aspek, yaitu aspek tata pamong, aspek lingkungan pariwisata, aspek ekonomi pariwisata, aspek ekonomi kreatif kepariwisataan, aspek pemasaran pariwisata pada media sosial, aspek pemberdayaan masyarakat pengelola pariwisata, aspek pariwisata halal, aspek penerapan protokol kesehatan kehidupan new normal bidang pariwisata, serta aspek progres pembenahan pada 2 tahun terakhir. Direncanakn pada bulan oktober 2020 nanti akan diumumkan para pemenang dan penyerahan penghargaan peduli wisata award 2020.

Diharapkan pariwisata dapat memberikan dampak terhadap ekonomi  masyarakat di Kabupaten Lima Puluh kota sebagaimana yang diamanatkan pasal 4 Undang-undang  Republik Indonesia nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwasataan,  tujuan pariwisata adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejaterahan rakyat, menghapus kemiskinan dan mengatasi pengangguran.

Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki 202 destinasi wisata, namun beberapa destinasi yang diunggulkan dan ramai dikunjungi wisatawan saat ini adalah objek wisata Lembah Harau, Flyover Kelok Sembilan, Kapalo Banda dan Kampung Wisata Sarugo. 

Lembah Harau dan air terjunnya memang merupakan objek wisata yang luar biasa. Baru pada kepemimpinan Bupati Irfendi Arbi periode 2016-2020 inilah akses jalan ke Lembah Harau yang dulunya sangat kecil telah terlihat bagus sebagaimana yang dirasakan saat ini, bahkan sudah ada akses jalan lingkar mengelilingi Lembah Harau sehingga para wisatawan domestik dan mancanegara dapat menyaksikan atraksi keindahan alam yang luar biasa ini. Berbagai fasilitas pendukung wisata yang dikelola pemerintah maupun swasta seperti wahana permainan dan penginapan pun turut bermunculan dan ikut berkembang dengan ramainya kunjungan wisatawan ke Lembah Harau sehingga mendapatkan penghargaan ISTA tingkat nasional selama dua tahun berturut-turut pada tahun 2017 dan 2018. Karena merebaknya pandemi Covid-19, maka untuk sementara waktu Lembah Harau ditutup, namun telah dibuka kembali pada  bulan Juni lalu dengan syarat wajib menerapkan protokol kesehatan aman dari Covid-19 kepada seluruh pengunjung, seperti memakai masker, menyediakan sarana cuci tangan dan pembatasan jumlah pengunjung dalam rangka social dan physical distancing. 

Objek wisata unggulan lainnya di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah Kapalo Banda. Berlokasi di Nagari Taram Kecamatan Harau. Pengelolaan objek wisata ini dikoordinir langsung oleh Pemerintah Nagari setempat dan berhasil mendapatkan penghargaaan Widya Karya juara kedua tingkat nasional dalam bidang pemanfaatan alam. Objek wisata unggulan lainnya adalah Kampung Wisata Sarugo yang berlokasi di Jorong Sungai Dodok Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Oleh serta merupakan smart brandingnya Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2019. Ide  menjadikan perkampungan di Jorong Sungai Dodok ini sebagai objek Kampung Wisata Adat berawal dari para Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Sumatera Barat (UMSB) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lokasi tersebut. Mereka melihat potensi besar yang tersembunyi dan dapat dikembangkan dari perkampungan ini. Dengan dukungan masyarakat diberikan nama Kampung Sarugo merupakan singkatan dari saribu gonjong karena masih banyaknya rumah adat bagonjong yang masih lestari di kampung tersebut. Hanya dalam kurun waktu setahun, Kampung Wisata Sarugo sudah mulai menunjukkan prestasi sebagai salah satu nominator pada Anugerah Pesona Indonesia tahun 2020 (API 2020) untuk kategori Kampung Adat Terpopuler. Selain masih lestarinya adat dan budaya di perkampungan ini, Kampung Sarugo juga memiliki berbagai potensi wisata alam, sejarah dan agrowisata seperti air terjun, goa, museum Bela Negara serta perkebunan jeruk Jesigo yang sudah terkenal dimana-mana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*