Pemko Galang Dana Bantu Korban Banjir

Banjir yang melanda Payakumbuh

Banjir yang melanda Payakumbuh

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Musibah banjir yang juga terjadi di Kota Payakumbuh, Senin (8/2),  hanya menyebabkan ratusan hektar sawah dan puluhan tanaman holtikultura  rusak, serta sekitar 1.500 Kg ikan mati, pada sejumlah kelurahan di dua kecamatan.

Kemudian, sebanyak 60-an rumah tergenang air hingga betis di Tanjung Anau, Kelurahan Ompang Tanah Sirah. Ke-60 KK yang sebelumnya diungsikan ke sekolah, sejak Selasa, sudah kembali ke rumah masing-masing, karena air yang sudah surut. Walikota Riza Falepi perintahkan SKPD galang dana, untuk disalurkan kepada korban banjir, termasuk buat korban didaerah tetangga.

Sekdako Payakumbuh H. Benni Warlis, dalam rapat koordinasi, pasca bencana banjir, di Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh, Rabu (10/2), meminta Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan serta  Dinas Peternakan Perikanan, untuk mendata kerugian areal persawahan penduduk yang terendam banjir.

Sementara itu, Dinas PU juga diminta melakukan pendataan terhadap jaringan irigasi serta ruas jalan yang rusak akibat banjir. Sedangkan, jajaran BPBD dan Dinsos diingatkan untuk terus melakukan pemantauan, jika terjadi banjir susulan.

Data sementara, tercatat 200-an hektar sawah yang rusak (puso) di kawasan Tanjung Anau, Kelurahan  Ompang Tanah Sirah. Begitu juga ratusan hektar sawah dan puluhan hektar tanaman holtikultura yang rusak di Kelurahan Koto Baru dan Kotopanjang, Payakumbuh Timur, yang  rusak, akibat banjir.

Kadis Tanaman Pangan Zulinda Kamal dan Kadis Peternakan Perikanan Depi Sastra, akan kembali mendata ulang sawah dan tanaman holtukultura yang rusak. Sehingga, dapat dipastkan angka falid untuk menyerahkan bantuan bibit tanaman dan bibit ikan.

Menurut Sekdako Benni Warlis, berdasarkan laporan Kadis PU Marta Minanda, alhamdulilah  daerah terendah di Kelurahan Parambahan dan Parik Muko Aia, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari, yang selalu langganan banjir, sudah aman dari ancaman banjir.

Normalisasi Sungai Batang Pulau dan Batang Lampasi  yang dilakukan pemko dalam dua tahun terakhir, sangat membantu tidak terjadinya banjir di kawasan tersebut.

Sementara itu, banjir yang terjadi di Tanjung Anau, Kotopanjang dan Koto Baru, penyebabnya akibat debit air yang cukup tinggi di Sungai Batang Sinamar. Dan itu merupakan siklus 20-an tahun. Menurut Marta, pihaknya akan berkoordinasi dengan PSDA/Balai Sungai Provinsi Sumatera Barat, guna mengantisipasi perbaikan atau normalisasi Sungai Batang Sinamar yang hanya 7 Km melewati daerah Payakumbuh.

Di bagian lain, disampaikan, dampak  banjir,   juga  membuat Jalan Gajah Mada Payakumbuh di kawasan pertigaan Tanjung Anau dan Padang Alai, juga mengalami rusak. Perbaikan jalan tersebut, dikatakan sudah menjadi tanggung jawab Satker Bina Marga Provinsi Sumatera Barat.

Kawasan  Tanjung Anau di Kelurahan Ompang Tanah Sirah, yang merupakan titik terparah terkena dampak banjir, rencananya akan dibersihkan lewat aksi goro PNS pemko bersama warga setmpat, Jum’at (12/2). “Kita sudah meminta seluruh SKPD mengirim pegawainya goro di Tanjung Anau besok (Jum’at, Red),” sebut Benni.

Terhadap penggalangan dana, seperti diinstruksikan Walikota Riza Falepi, akan dihimpun melalui Bagian Kesra Setdako Payakumbuh. Sekdako mengajak seluruh PNS ikut berpartisipasi meringankan beban derita yang dialami sebagian warga Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Solok, Solok Selatan dan Pasaman.

”Mari kita sisihkan sebagian rezeki kita buat dunsanak terkena musibah banjir itu,” imbaunya.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*