Pemko Rencanakan Penggabungan Tiga Kelurahan, Seberang Betung Pinta Tetap Berdiri Sendiri

H Suwandel Muchtar, optimis Pendidikan Tinggi dan Gairah Ekonomi Masyarakat akan meningkat.

Ilustrasi: H Suwandel Muchtar, optimis Pendidikan Tinggi dan Gairah Ekonomi Masyarakat akan meningkat.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Rencana Pemerintah Kota Payakumbuh menggabungkan tiga kelurahan, yakni Kelurahan Padang Datar, Kelurahan Tanah Mati, serta Kelurahan Seberang Betung di Kecamatan Payakumbuh Barat, menjadi bahasan yang alot, ketika rombongan Tim Safari Ramadhan (TSR) Kota Payakumbuh Kelompok II, dipimpin Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar datang ke Masjis Aushath Seberang Betung, Selasa (14/6).

Dalam dialog yang berlangsung usai shalat taraweh, Ketua LPM Seberang Betung Mesrawati dan tokoh warga setempat Firmansyah, masih berharap, Pemko tidak menggabung Seberang Betung dengan Padang Datar dan Tanah Mati.

“Biarlah kelurahan kami berdiri sendiri Pak Wawako,” ucap keduanya di depan ratusan jemaah.

Terkait dengan harapan warga Seberang Betung, Wawako Suwandel Muchtar menyampaikan, keinginan Pemko Payakumbuh menggabungkan tiga kelurahan yang dimaksud, sudah melewati mekanisme yang berjenjang. Dimulai dari pertemuan dengan tokoh ninik-mamak dan KAN Koto Nan Ampek. Namun, jika warga Seberang Betung, masih belum sepakat, Wawako minta diurung rembukkan kembali oleh warga setempat.

Menurut Wawako Suwandel, Kelurahan Padang Datar dan Kelurahan Tanah Mati, sudah menerima keputusan untuk bergabung dengan Seberang Betung.

“Tinggal lagi dengan warga Seberang Betung. Karena, penggabungan kelurahan itu, akan berdampak positif terhadap ketiga kelurahan kedepan,” ungkap Wawako menjelaskan.

Selain persoalan penggabungan kelurahan, warga juga meminta Pemko memperbaiki bahu jalan yang digali oleh PDAM Payakumbuh.

“Jalan di lingkungan kami sudah mulus, serta bahu jalannya sudah dicor beton. Tapi, karena ada penggalian pipa PDAM, bahu jalan kami jadi rusak. Tak ada perbaikan dari PDAM,” kata jemaah.

Kadis PU Payakumbuh Marta Minanda yang ikut dalam rombongan TSR tersebut, menyampaikan akan membicarakan perbaikan jalan itu dengan pihak PDAM. Namun, menurut Marta, setiap ada pekerjaan penggalian pipa, pihak PDAM akan memperbaiki badan jalan yang digali. Sementara, terhadap lampu jalan, Marta menyampaikan mudah-mudahan akan direalisir pada tahun anggaran 2017.

Pihak Pemko, melalui Dinas PU Payakumbuh, secara bertahap akan mengganti semua  bola lampu jalan, dengan bola lampu yang hemat energi. Kondisi sekarang, tambahnya, beban Pemko Payakumbuh terlalu berat membayar rekening lampu jalan.

Rombongan TSR Kelompok II Payakumbuh ini juga didampingi Kepala Dinas Kesehatan Elza Dazwarman, Kepala BPBD  Yufnani Awai, Ketua LKAAM Kota Payakumbuh, Wiriyanto Dt. Paduko Basa Marajo, Camat Payakumbuh Barat, Nurdal, serta penceramah agama Ahmad Deski.(rel/Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*