Pencanangan Gerakan Perbaikan Irigasi Melalui Acara Peletakan Batu Pertama Secara Serentak Seluruh Sumatera Barat

Buberur Sumbar Irwan Prayitno Letakkan Batu pertama pada pembangunan irigasi.

Buberur Sumbar Irwan Prayitno Letakkan Batu pertama pada pembangunan irigasi.

swasembada-2swasembada-3

Padang, PADANGTODAY.com-Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melakukan peletakan batu pertama, bersama Dandim dan Pemko Padang pada Lonching Ketahan Pangan Perbaikan Irigasi guna mendukung swasembada pangan tahun 2017, di Belimbing Kecamatan Kuranji, Selasa siang (20/1).

Gubernur Irwan Prayitno dalam kesempatan itu menyampaikan, ketahanan pangan akan berpengaruh terhadap pertahanan nasional, ekonomi, politik dan sosial budaya. Makanya pemerintah amat berkepentingan untuk memenuhi kebutuhan pangan segenap masyarakat Indonesia. Permasalahan utama yang dihadapi dalam mewujudkan ketahanan pangan adalah pertumbuhan permintaan pangan yang lebih cepat dari pertumbuhan penyediaan.

Permintaan yang meningkat merupakan resultante dari peningkatan jumlah penduduk, perubahan ekonomi peningkatan daya beli masyarakat dan perubahan selera sehingga mengakibatkan kecendrungan import pangan meningkat atau sebagai tidak kemandirian pangan nasional. Selain itu tantangan lain yang dihadap dalam mewujudkan ketahan pangan nasional, konversi lahan pertanian ke lahan non pertanian, ketersediaan air yang kurang pada saat dibutuhkan tanaman,sebagai akibat banyaknya jaringan irigasi yang rusak dan masih rendahnya pemakaian benih bermutu bersertifikat oleh petani.

Pupuk bersubsidi tidak dapat dimiliki petahi pada saat dibutuhkan secara 6 (enam), tepat, kepemilikan alsintan yang masih rendah dan tenaga penyuluh yang ada belum bisa melayani semua wilayah untuk memberikan penyuluhan.

Untuk pemerintah meluncurkan program-program diantaranya perbaikan jaringan irigasi tersier seluas 23.250 ha yang dicanangkan pada hari ini di Sumatera Barat. Dan pada pukul 11.00 hari yang sama Presiden Jokowi di Provinsi Kalimantan Barat yang merupakan pernyataan awal untuk melaksanakan pekerjaan diseluruh Indonesia.

Selain itu juga diluncurkan program Pengembangan Optimal Lahan seluas 11.230 ha Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GN PTT) Padi seluas 10.000 ha dan Jagung seluas 4.000 ha dan Perbaikan jaringan Irigasi seluas 42.000 ha optimasi Lahan seluas 26.750 ha, Traktor Roda Dua sebanyak 560 unit. Program tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaikan swasembada padi yang ditargetkan Kementerian Pertanian sebanyak 3 juta ton tahun 2017 di Sumatera Barat.

Untuk menyukseskan program ini kementrian pertanian juga melakukan kerjasama dengan TNI AD, yang merupakan tindak lanjut MOU antara Pemerintah Prov. Sumbar dengan Danrem 032 Wirbraja yang telah dilaksanakan pada tanggal 7 maret 2014. Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada petani melalui Babinsa yang ada dilapangan agar dapat meningkatkan produktifitas tanam, sehingga bisa mencapai estimasi target yang diharapnya, ujarnya

Irwan Prayitno juga menekan bahwa, kerjasama ketahan pangan dengan TNI jangan sampai disalah artikan oleh masyarakat. Karena untuk meraih ketahanan pangan ini kita butuh semangat dan kerja keras secara sungguh-sungguh.

Tanpa semangat itu, kita tidak akan mampu memberikan perubahan dalam meningkatkan produksi padi kita, secara baik dan optimal. himbaunya.

Gubernur Irwan Prayitno dalam kesempatan itu melakukan peletakan batu pertama pembangunan perbaikan irigasi bersama Dandim dan Pemko Padang yang diwakili Sekdako.(as/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*