Pendidikan Payakumbuh Hari Ini

Oleh Arie Alfikri*

Advertisements
Arie Alfikri

Arie Alfikri

Jumat lalu, dunia pendidikan Payakumbuh dikejutkan oleh kasus amoral yang menimpa 2 pelajar MTSN di Kota Payakumbuh. Lalu muncul berita dan komentar di dunia maya yang tentu saja mengutuk dan menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut. Ada yang mengatakan agar peran niniak mamak dihidupkan, peran guru ditingkatkan, bahkan ada juga yang tanpa tedeng aling aling langsung menyalahkan pemko yang kurang perhatian terhadap pembinaan moral generasi muda.

Penulis mengajak kita semua agar berpikir jernih, rasional dan objektif.  Studi akademik mengatakan bahwa yang paling besar pengaruh terhadap prilaku anak didik adalah orang tuanya sendiri. Setelah itu baru faktor guru, teman, lingkungan, teknologi dstnya.

Di era globalisasi saat ini, moral generasi muda memang sangat mengkhawatirkan. Di kota kota besar Indonesia, kita akan menemukan kasus amoral yang lebih parah dan lebih banyak. Kota Payakumbuh sebenarnya relatif lebih kondusif jika dibandingkan dengan kota kota tersebut.

Berkaitan dengan tuduhan bahwa Pemko Payakumbuh tidak peduli dengan pendidikan moral generasi muda, mari kita bahas sejauh mana langkah Riza Falepi Walikota Payakumbuh selama ini di dunia pendidikan.

Sebagai walikota yang juga seorang kader partai berbasis Islam, Riza Falepi menjadikan Tarbiyah Islamiyyah sebagai standart moral pendidikan generasi muda. Beliau percaya jika seorang anak didik akan baik moralnya kalau basis agamanya kuat. Oleh karena beliau bersama Dinas Pendidikan meluncurkan program program keagamaan seperti Payakumbuh Menghafal dan Payakumbuh Mengaji. Beliau siapkan sistemnya dan juga dikasih reward. Tak heran sudah banyak pelajar Payakumbuh yang hafal AlQuran diberangkatkan umrah. Ust Lingga Fachri, Lc, seorang pendidik di Payakumbuh mengakui di bawah kepemimpinan Riza Falepi, sudah tidak langka lagi anak anak yang hafal AlQuran 1 juz, 2 juz dan seterusnya.

Lalu ada yang namanya program Trendi Ramadhan (Pesantren di bulan Ramadhan). Dimana setiap siswa diwajibkan mengikuti pembinaan dan pendidikan agama Islam di masjid masjid se Kota Payakumbuh. Program Pesantren Ramadhan ini merupakan terobosan Riza Falepi yang belum pernah ada pada walikota-walikota Payakumbuh sebelumnya. Sudah 2 kali Ramadhan ini, masjid di seluruh Payakumbuh semarak oleh para siswa untuk mengkaji dan menimba ilmu Islam. Penulis yang juga terlibat sebagai panitia kadang merasa merinding dan terharu melihat saat shalat Shubuh masjid sudah dipenuhi oleh jamaah dan pelajar. Penulis jadi teringat dengan kalimat: apabila Shalat Shubuh jamaahnya sudah seperti Shalat Jumat, maka kebangkitan Islam itu sudah sangat dekat.

Pemko Payakumbuh selama ini sangat giat memacu anak anak berprestasi dan juga berkarakter. Bahkan untuk karakter diajarkan akhlak mulia di setiap sekolah. Selain itu diajarkan karakter disiplin, pantang menyerah dan santun.

Kalau dulu dominasi prestasi pendidikan banyak diraih Padang dan Bukittinggi, perlahan lahan mulai berpindah ke Payakumbuh. Tahun 2015 pelajar Kota Payakumbuh hadir di setiap ajang kompetisi siswa di tingkat Sumbar, nasional, bahkan internasional dengan raihan prestasi yang membanggakan. Sementara itu, lebih dari 300 siswa dan siswi Payakumbuh diterima di berbagai perguruan tinggi. Pada sekolah kedinasan baik di bawah kementrian termasuk Akademi Militer, siswa Payakumbuh lebih  banyak diterima dibandingkan kota/kab lain.

Kalau dulu, hanya SMA 1 atau SMA 2 yang mempunyai kualitas yang baik, sekarang sekolah selain SMA 1 dan SMA 2 sudah sudah cukup baik, Saat ini juga disiapkan sebuah sekolah boarding school SMA 5 di Tangah Padang dekat Ngalau. Kepala Dinas Pendidikan dan Kepsek SMA 5 Resnulius bahkan menjulukinya sebagai Jatinangornya Payakumbuh.

Bagi siswa yang kurang mampu secara ekonomi, Pemko Payakumbuh bersama PNS memberikan beasiswa yang cukup banyak. Para PNS rela beriuran 10 ribu per bulan sebagai wujud kepedulian dan cinta kasih pada anak anak Payakumbuh. Sang Walikota secara tegas mengatakan kepada kepsek se Kota Payakumbuh agar bertanggung jawab menemukan anak  anak Payakumbuh yang tidak mampu. Beliau berpesan agar jangan sampai putus sekolah karena beasiswa sudah tersedia.

Terobosan lain Riza Falepi di dunia pendidikan adalah pembangunan SMK IT di Padang Sikabu Lampasi. Pembangunan SMKN IT itu  salah satu komitmen pemko dalam pembangunan bidang pendidikan,  guna menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing,  khususnya dibidang teknologi informasi.

Kembali kepada kasus anak didik kita yang terjerumus kepada prilaku amoral. Sebagian besar anak didik kita sebenarnya masih baik, dan memang ada satu dua yang “bandel”. Pemko tetap terus memperbaiki dan mendakwahi mereka. Kita sebagai masyarakat akan terus berusaha agar anak anak ini terjaga. Bukan hanya kasus asusila, saat ini kita juga khawatir dengan maraknya peredaran narkoba yang menyasar anak sekolah. Mari kita rapatkan barisan untuk memberantas hal tersebut tanpa saling menyalahkan satu sama lain. Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan.(***)

*(Penulis adalah Direktur Lembaga Kajian Strategis Minangkabau)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*