Pengrajin Handy Craft Tekan Pengangguran di Padangpanjang

Anggota DPRD Novi Hendri dan Puji Hastuti didampingi PlT Kadis Koperindag dan UMK, Arpan saat memberikan pengarahan terhadap peserta pelatihan handy craft di Pondok Disain dan Promosi Senja Kenangan di Bukitsurungan
PADANGPANJANG,PADANGTODAY.COM—Makin sulitnya peluang kerja di era demofrafi sekarang ini, kemampuan handy craft salah satu strategi guna menekan angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (PlT) Kepala Dinas Koperindag dan UMKM Kota Padangpanjang, Arpan usai penutupan pelatihan di Aula Pondok Disain dan Promosi Senja Kenangan, Kamis (19/11).

Advertisements

Arpan menyebutkan, kegiatan pelatihan yang diberikan terhadap masyarakat dari kelompok sadar wisata, perwakilan dari tiap kelurahan dan kalangan mahasiswa dari ISI Padangpanjang, bertujuan memberikan modal keterampilan. Harapannya agar masyarakat memiliki alternatif peluang usaha untuk mendorong kebutuhan ekonomi jika terkendala lapangan kerja.

“Tidak kita pungkiri saat sekarang ini sangat sulit mencari peluang kerja. Karena itu salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni dengan menumbuhkembangkan kemampuan handy craft. Lagi pula usaha handy craft lebih mudah dikembangkan karena tidak membutuhkan modal usaha yang besar,” ungkap Arpan.

Pelatihan bagi berbagai unsur masyarakat selama depalan hari tersebut, dikatakannya telah berwujud nyata dengan berbagai hasil kerajinan berbahan dasar barang-barang terbuang. Di antaranya pembuatan kotak tisu berlapis kulit bawang, pot bunga dari paralon dan potongan kayu, serta gelang anyaman berbahan potongan kulit jadi yang tidak terpakai.

Anggota DPRD Padangpanjang Novi Hendri dan Puji Hastuti yang berkunjung di akhir pelatihan tersebut, menilai pembekalan masyarakat untuk mampu memproduksi handy craft sebagai suatu langkah simple menekan angka pengangguran. Bahkan meski bersifat skala kecil, handy craft mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan jika ditangani secara serius dan berkisinambungan serta berimbas langsung dalam menekan angka pengangguran.

“Kemampuan handy craft meski di awalnya belum akan memberikan pendapatan besar bagi pengrajin, paling tidak mampu menjadi kekuatan baru untuk menopang kebutuhan ekonomi keluarga. Akan tetapi bukan tidak mungkin pula handy craft menjadi sumber pendapatan utama jika dijalankan dengan komitmen dan keseriusan yang tinggi,” ujar Novi.

Sementara Ketua Pelaksana Toni Harianto mengatakan bagi peserta pelatihan selain dibekali kemampuan merancang dan membuat berbagai souvenir, juga dibantu kelengkapan kerajinan serta bahan dasar. Tujuannya agar selesai pelatihan, praktek pembuatan kerajinan tangan berbagai bentuk souvenir yang diinginkan tidak terputus karena terkendala peralatan dan bahan.

“Para peserta setelah menimba ilmu selama delapan hari dari ahli kriya dari kampus ISI Padangpanjang, mereka juga kita bekali berbagai perlengkapan dan bahan kebutuhan pembuatan handy craft,” ujar Toni. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*