Pentas Drama Perpisahan SMA Negeri 3 Selalu Dinanti

 

Advertisements

Grup kesenian di SMAN 3 PadangpanjangPadangpanjang, Padangtoday—SMA Negeri 3 Padangpanjang, meski tidak begitu menonjol di bidang sains, namun memberi warna dunia pendidikan kota berjuluk Serambi Mekkah itu dengan multi telent yang dimiliki.

Berbeda dengan dua SMA Negeri lainnya yang ada di Padangpanjang, sekolah yang dipimpin Suratman SPd selaku kepala sekolah (Kepsek) tersebut memiliki banyak kelebihan di bidang ekstra kurikuler. Di antaranya dua paling menonjol yakni olahraga dan kesenian, yang membanggakan lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Terutama di bidang seni, sekolah “perlintasan toke sapi potong” yang terletak di Kelurahan Silaing Bawah itu terus menggali bakat. Tidak hanya di kalangan peserta didik (siswa), namun pendidik (guru) juga berkarya dengan menciptakan berbagai kreatifitas seni. Bahkan dalam waktu dekat ini, garapan guru kesenian setempat tengah mempersiapkan penggarapan suatu film yang menceritakan seputar tradisi budaya Minangkabau.

Satu di antara sekiran deretan kreatifitas seni di SMAN 3 tersebut, paling digemari hingga ke masyarakat umum yakni pentas seni (pensi) tahunan pada momentum perpisahan sekolah. Pagelaran drama panggung yang digarap total hingga pemeranan tokoh oleh guru kesenian, selalu menjadi yang paling dinanti siswa atau pun wali murid, dan bahkan pengujung dari kalangan masyarakat umum.

“Kegiatan perpisahan siswa pada umumnya di gelar hanya memanfaatkan sarana sekolah seperti lokal, dan begitu juga dengan SMAN 3 ini. Namun beberapa tahun belakangan, kami mencoba melakukan berbeda dengan menggelar di gedung pertunjukkan Kampus ISI yang diisi dengan drama panggung garapan dan diperankan langsung para guru,” ujar Wakepsek Bidang Kesiswaan Vico Benzito SPd didampingi guru kesenian Elfa Susanti SSn dan Titin Suhartini SPd.

Meski penggarapan hanya dalam satu bulan tuntas tersebut, drama panggung dengan mengangkat alur cerita kehidupan sosial remaja usia sekolah yang dibawakan dalam komedian itu sangat menggugah peserta didik. Pentas seni darama yang bersifat hiburan momen perpisahan tersebut, ternyata memiliki efek positif terhadap pembelajaran siswa terkait sikap dan perilaku selaku peserta didik yang semestinya.

Selain drama panggung garapan guru, SMA Negeri 3 yang belakangan ini disebut sebagai sekolah multi telent itu ibarat “institut seni” ke dua di Padangpanjang selain ISI. Melalui program ekstra kurikuler (ekskul) kesenian selama 2 jam pelajaran, siswa telah mampu melahirkan karya seni kontemporer.

“Para siswa telah mampu melahirkan karya kesenian kontemporer. Mulai dari penggarapan musik dan tari, hingga penentuan kostum. Ini menjadi poin penambahan niliai semester bagi setiap siswa yang berani tampil,” tambah Elfa Susanti yang diamini Titin Suhartini seraya menyebut D’ Three sebagai grup kesenian SMA 3 yang telah tampil dalam berbagai acara.

Sementara terkait produksi film, Vico mengaku saat ini masih persiapan untuk penggarapan awal. Film tersebut dikatakan total digarap guru kesenian dengan melibatkan banyak siswa serta tokoh masyarakat, sesuai dengan tema yang diangkat seputar seni tradisi Minangkabau.

“Skenario boleh dikatakan telah rampung, tinggal penggarapan pengambilan gambar. Film ini nantinya menggambarkan tradisi muda-mudi Minangkabau seperti randai, ke surau dan berpakaian baju kurung. Sekarang hal itu sangat sulit ditemukan, dan melalui film itu diharapkan dapat menggugah kesadaran bersama untuk kembali pada tradisi itu. Penggarapan shuting akan mengambil suatu daerah yang masih kuat nuansa kesenian tradisionalnya,” pungkas Titin. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*