Penyandang Disabilitas Kreatif Dapat Beasiswa

Walikota Padang bersama penerima beasiswa.

Walikota Padang bersama penerima beasiswa.

Advertisements

PADANG,PADANGTODAY.COM-Meski memiliki keterbatasan fisik, enam penyandang disabilitas (cacat fisik) Kota Padang yang cukup kreatif mendapat beasiswa. Tak tanggung-tanggung, salah satu universitas ternama di Australia melirik mereka dan mengucurkan beasiswa.

Enam penyandang disabilitas Kota Padang itu yakni Icun Sulhadi, Yungkri, Mursani, Epi Martanti, Ilham Akerda Edyyul, dan Syamsul Bahri. Mereka mendapat beasiswa dari The University of Sydney, Australia.

Keenam penyandang disabilitas yang cukup kreatif ini akan diberangkatkan ke Negeri Kangguru, 21 November hingga 9 Desember. Selama di sana, mereka akan mengikuti beasiswa pendidikan kewirausahaan yang diselenggarakan kampus tersebut.

Sebelum berangkat, keenam penyandang disabilitas tersebut menemui Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo di kediamannya, Kamis (19/11). “Keenam orang penyandang disabilitas ini tergabung dalam Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Kota Padang. Mereka diundang oleh Universitas of Sydney, Australia dalam rangka pemberdayaan ekonomi mereka,” ujar Mahyeldi usai menerima para penyandang disabilitas itu didampingi Kabag Humas dan Protokol Mursalim.

Menurut Mahyeldi, mereka diundang karena dinilai sukses mengolah limbah koran menjadi barang kreatif walaupun memiliki keterbatasan fisik.

“Kita berharap mereka dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya yang tidak memiliki keterbatasan fisik agar bisa juga berbuat menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat,” terang wako.

Sementara, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Padang, Frisdawati Boer menyebut, dalam program ini biaya keberangkatan mereka dari Jakarta – Sydney pp, biaya pendidikan, penginapan, dan biaya harian selama di Sydney semuanya ditanggung oleh Universitas Sydney.

“Pemko Padang hanya membantu biaya transportasi Padang-Jakarta PP. Dan khusus biaya harian selama di Sydney, masing-masing mereka menerima 42 dolar per hari. Sebuah jumlah yang cukup besar,” jelas Fisdawati.

“Selain itu, barang-barang kreatif yang mereka buat dari limbah koran seperti kotak tisu, tempat bunga, tatakan gelas, dan lainnya juga mereka bawa untuk dipasarkan di Sydney,” tambah Frisdawati.(C/can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*