Penyempitan Drainase Pemicu Banjir, 90.000 Jiwa Menjadi Korban

IMG-20160322-WA0019

Advertisements

PADANG,PADANGTODAY.COM – Penyempitan drainase menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di sejumlah daerah di Kota Padang, Selasa (22/3) kemarin. Selain itu, halaman rumah warga dan jalan yang diaspal beton juga menjadi pemicu terjadinya banjir.
Hal itu diungkapkan Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo usai mendengar laporan seluruh camat dan kepala SKPD pascabanjir di rumah dinasnya, Selasa (22/3) malam.

“Kejadian ini menjadi masukan berharga bagi kita, karena jumlah air yang cukup besar sehingga tergenang luas di sejumlah titik dan menjadi kantong-kantong banjir,” ujarnya malam itu.

Dari pengamatan Walikota dan Wakil Walikota Padang yang turun langsung ke lokasi saat banjir itu, terjadinya banjir juga karena Kota Padang sudah dipenuhi bangunan. Drainase cukup sempit, tidak dalam dan tidak pula lebar. “Dengan hal tersebut maka otomatis air tak meresap ke tanah, sehingga terjadi aliran dan volume air yang besar,” ungkap Walikota.

Wakil Walikota Padang, Emzalmi juga menyebut bahwa sedimen di drainase yang cukup lama menghambat lajunya air. Karena itu, Wawako menegaskan kepada BPBD untuk berkoordinasi dengan TNI agar terlibat melakukan gotongroyong bersama terhadap penggalian drainase dan bangunan di atas drainase tersebut. “Sehingga hal yang menyebabkan terganggunya aliran air dapat teratasi,” kata Emzalmi.

Sementara itu, Walikota Padang mengatakan, dari data sementara yang dihimpun, sekitar lebih kurang 90.000 jiwa menjadi korban banjir yang terjadi Selasa (22/3). Karena itu, Walikota mengimbau kepada warga yang tidak terkena dampak banjir untuk saling bahu membahu mebantu warga yang menjadi korban banjir. “Kita imbau seluruh warga untuk saling terlibat membantu saudaranya yang terkena banjir sehingga pemulihan dapat lebih cepat dilakukan,” kata Mahyeldi.

Walikota berharap, dengan kejadian ini seluruh warga yang terdampak banjir dapat terlayani dengan baik. Tidak ada korban banjir yang tidak makan dan kedinginan. “Bagi camat yang daerahnya tidak begitu parah (terkena banjir), ini merupakan kesempatan untuk mengimbau warganya membantu daerah yang terkena dampak berat. Sehingga banjir yang terjadi di Padang sama-sama melibatkan masyarakat untuk saling membantu,” sebut Walikota.(can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*