Perbaikan Pipa, PDAM Tekan Angka Kebocoran Dua Persen

Petugas PDAM sedang memperbaiki pipa dikawasan simpang Lubuk Matakucing.

Petugas PDAM sedang memperbaiki pipa dikawasan simpang Lubuk Matakucing.

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Konsentrasi pembenahan dan pemeliharaan pipa dinas (sambungan pelanggan) dan transmisi distribusi (induk) hingga April 2015, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padangpanjang berhasil menekan angka kebocoran setidaknya 2 persen. Hal itu diungkap Direktur PDAM Padangpanjang Herryzal AA, Senin (25/5) siang.

Herryzal mengatakan tingkat kebocoran air yang mencapai angka 41,90 persen turun menjadi 39,85 persen setelah dilakukan perbaikan terhadap kebocoran pada 42 titik pipa dinas dan 21 pipa transmisi sejak januari-Maret lalu. Kemudian pada April disebutkannya, PDAM juga telah melakukan perawatan terhadap 25 kebocoran pipa dinas dan 9 kebocoran pada pipa transmisi distribusi.

“Kebocoran pada umumnya disebabkan karena pipa korusif atau berkarat dan didorong tekanan air yang kuat. Mengingat kondisi jaringan PDAM yang sudah tidak kondusif lagi dengan faktor usia cukup tua, untuk mengantisipasinya telah dianggarkan setiap tahun guna revitalisasi sejumlah pipa,” ujar Herry.

Di antara perbaikan total yang dianggarkan pada 2015 ini, Herry menyebut akan melakukan penggantian pipa berdiameter 50 sepanjang 1.700 meter. Selain itu, setidaknya sebesar Rp500 juta akan tersedot habis guna perbaikan jaringan, water meter dan penambahan sambungan rumah sebanyak 300 SR sesuai target tahun ini. “Mengingat masih tingginya kebocoran air, PDAM tahun akan melakukan penggantian sebanyak 100 unit water meter bagi pelanggan potensial,” sebutnya.

Terkait masih dibukanya layanan sambungan baru pipa dinas, Herry menyebut masih memungkinkan mengingat kuantitas air yang mencukupi untuk total 10 ribu pelanggan. Sementara hingga saat ini, pelanggan PDAM masih berada pada angka 7 ribu dan berpeluang penambahan untuk 3 ribu sambungan pipa dinas.

Herry juga sangat optimis terhadap stabilitas kuantitas air PDAM ke depan, mengingat proyek pembangunan sumber mata air baru akan selesai dengan target hingga 6 bulan pengerjaan atau pada akhir tahun ini. Disebutkannya, proses tender sudah dilakukan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi menggunakan anggaran APBD Provinsi sebesar Rp1,8 miliar.

“APBD Provinsi itu digunakan untuk pembuatan rumah pompa, pengadaan dua unit pipa centry fugal, listrik 105 KvA. Kemudian 350 pipa berdiameter 240”sepanjang 246 meter, 246 unit menggunakan APBD Sumbar dan sisanya 104 unit dari APBD Kota Padangpanjang,” terang Herry.

Sementara untuk total produksi air di masing-masing sumber, Herry menjelaskan di Sawahliek mencapai 10 liter perdetik, Tungkusadah 32 liter perdetik, Lubuk Matakucing 70 liter perdetik dan Paninjauan 15 liter perdetik. Sedangkan satu sumber khusus melayani kebutuhan air RSUD Padangpanjang, disebutkannya mencapai 15 liter perdetik.

“Kuantitas air PDAM Padangpanjang akan bertambah signifikan jika sumber baru di kawasan Sungai Andok ini tuntas dibangun dan berfungsi. Setidaknya sebanyak 70 liter perdetik akan dihasilkan, sehingga dapat diperkirakan mampu menjaga stabilitas distribusi terhadap selama 20 jam minimal,” pungkas Herry. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*